Negara Bagian Malaysia Disebut 'Kehilangan' Hingga 18 Ribu Perawat, Pemerintah Bakal Panggil Menkes
Dunia

Keberadaan tenaga kesehatan seperti perawat di fasilitas kesehatan tentu saja sangat berharga dan dibutuhkan dalam dunia medis. Namun negara bagian Malaysia, Johor tampaknya 'kehilangan' sejumlah perawat.

WowKeren - Ketua Komite Kesehatan dan Persatuan Ling Tian Soon mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengadakan pertemuan dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Khairy Jamaluddin untuk membahas permasalahan kekurangan antara 15 ribu hingga 18 ribu perawat di negara bagian tersebut.

Ling Tian Soon mengatakan di antara alasan kekurangan perawat, salah satunya adalah karena sejumlah besar perawat lokal, termasuk dokter telah mengambil pekerjaan di sektor kesehatan di negara tetangga, Singapura. "Mereka mendapatkan kesempatan yang lebih baik," ujar Ling Tian Soon dalam keterangannya, dikuti dari malaymail, Kamis (19/5).

"Pemerintah negara bagian tidak memiliki statistik spesifik tentang berapa banyak perawat dan dokter kami yang bekerja di Singapura, tetapi jumlahnya terus bertambah setiap tahun," ungkap Ling Tian Soon. "Saat ini lebih banyak yang akan mencari pekerjaan di Singapura, karena Ringgit Malaysia yang terdepresiasi."

Meski demikian, Ling Tian Soon meyakini bahwa masih banyak perawat yang ingin mengabdi di Malaysia. Hal ini disampaikannya setelah meresmikan perayaan Hari Perawat tingkat negara bagian Johor di Persada International Convention Center.



Lebih lanjut, Ling Tian Soon mengatakan bahwa dapat dipahami salah satu alasan utama perawat lokal mencari pekerjaan di Singapura adalah dikarenakan gaji yang lebih tinggi. Ia mengungkapkan gaji yang diterima perawat sama dengan gaji dokter spesialis di Malaysia setelah mempertimbangkan nilai tukar mata uang.

Menurut Ling Tian Soon, saat ini total ada 12.533 perawat di Johor, dengan 8.777 bertugas di rumah sakit pemerintah dan 19 lainnya berstatus kontrak. Kemudian, total ada 3.737 perawat yang dipekerjakan di rumah sakit swasta di negara bagian tersebut.

"Saat ini rasio satu perawat untuk 297 pasien, dibandingkan dengan rasio satu perawat untuk 200 pasien," beber Ling Tian Soon. "Untuk mengatasi kekurangan jumlah perawat, pertemuan dengan Menkes akan membahas cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut."

Ling sendiri merupakan anggota dewan Yong Peng menjelaskan bahwa usulan tersebut antara lain bertujuan untuk memberikan manfaat yang lebih baik bagi perawat dan dokter dalam upaya mencegah mereka pergi ke Singapura.

"Di antara proposal adalah menawarkan lulusan universitas untuk mengambil kursus keperawatan sebelum menyerap mereka di sektor layanan kesehatan pemerintah di negara bagian," tandas Ling.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts