Bagaimana Nasib Wisma Atlet Usai Pandemi COVID-19 Berakhir?
AFP
Nasional
Menuju Endemi COVID-19

Muncul rasa penasaran mengenai nasib Wisma Atlet setelah pandemi COVID-19 di Indonesia usai. Menko PMK dan Koordinator RSDC Wisma Atlet pun buka suara mengenai hal tersebut.

WowKeren - Wisma Atlet bisa dibilang jadi salah satu lokasi penting dalam perjuangan tenaga kesehatan dan masyarakat menangani COVID-19 di Indonesia. Kini, kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Wacana transisi pandemi ke endemi pun semakin banyak dibahas dan mendapat dukungan.

Lantas, bagaimana nasib Wisma Atlet setelah pandemi COVID-19 usai? Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan menutup Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran jika pandemi virus corona (Covid-19) telah berakhir.

"Ya kalau sudah enggak ada pandemi ditutup," ujar Muhadjir singkat di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Muhadjir mengatakan Indonesia sudah masuk dalam fase transisi menuju endemi COVID-19, salah satu indikatornya masyarakat sudah boleh membuka masker di luar ruangan.

Menurutnya, penutupan Wisma Atlet Kemayoran otomatis dilakukan jika situasi penyebaran virus Corona telah memasuki endemi. "Ya (otomatis ditutup)," lanjut Muhadjir.



Seperti diketahui, RSDC Wisma Atlet berdiri pada 23 Maret 2020 lalu saat awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Penanganan pasien COVIDCovid-19 dipusatkan di rumah sakit darurat tersebut. Total pasien yang dirawat berjumlah 164.227 orang hingga hari ini.

Seiring dengan tren penurunan kasus COVID-19 di Tanah Air, belakangan ini pasien di Wisma Atlet juga ikut turun drastis. Dari empat tower yang digunakan untuk rawat inap pasien Covid-19, kini hanya sisa satu tower yang difungsikan yakni tower 6. Sementara tower 4 difungsikan sebagai tempat karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Sebelumnya, Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman sempat mengungkap penggunaan Wisma Atlet saat memasuki fase endemi. Berdasarkan pembahasan sementara, RSDC Wisma Atlet dalam beberapa tahun ke depan akan difungsikan sebagai tempat perlindungan bagi korban perang seperti nuklir dan kemungkinan bencana alam atau pun non-alam lainnya.

Dengan kondisi global saat ini, Budiman menyebut ada peluang perang asimetris atau pun perang yang menggunakan senjata biologis.

"Karena konsep ancaman ke depan, kita melihat dengan adanya tantangan perang masa depan tentu saja bukan hanya perang fisik tapi juga ada yang kita sebut proxy war," pungkas Budiman.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts