Pemimpin 'Romance scam' Jepang yang Nyamar Jadi Wanita Kini Jadi Buronan Internasional
Unsplash/Lindsey LaMont
Dunia

Polisi Osaka, Jepang, memasukkan pemimpin 'romance scam' dalam daftar buronan internasional. Kejahatan romance scam itu diduga juga melibatkan gang yakuza.

WowKeren - Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, modus penipuan pun semakin banyak jenisnya. Termasuk penipuan dengan modus love scam atau romance scam. Salah satunya terjadi di Jepang.

Polisi Prefektur Osaka mengatakan bahwa mereka telah menempatkan pemimpin "romace scam" atau penipuan asmara dalam daftar buronan internasional. Pemimpin romace scam itu telah menyamar sebagai wanita asing dan menipu para pria yang tampaknya putus asa untuk mengiriminya sejumlah uang.

Pada Rabu (18/5) waktu setempat, polisi merilis foto tersangka penipuan, Hikaru Morikawa, 58 tahun. Alamat dan pekerjaannya tidak diketahui, tetapi polisi mengatakan kelompok penipuan Morikawa berbasis di Ghana dan dia kemungkinan bersembunyi di luar negeri. Sementara rinciannya telah dikirim ke Interpol.



Menurut departemen investigasi internasional polisi prefektur dan Kantor Polisi Sonezaki di kota Osaka, Morikawa menipu total sekitar 1,5 juta yen ($ 11.661) dari dua orang pria. Morikawa berpura-pura menjadi dokter wanita di PBB dan seorang penulis wanita di Amerika Serikat untuk memenangkan kasih sayang para pria dan membujuk mereka untuk mentransfer uang, kata polisi.

Morikawa kemungkinan berkomunikasi dengan kedua pria itu melalui aplikasi perjodohan, dan mereka tidak pernah melihat wajah aslinya. Penyelidik juga mengatakan mereka mengirim surat ke Kantor Kejaksaan Umum Distrik Osaka terhadap dua orang lain yang bersekongkol dengan Morikawa untuk menipu seorang wanita yang tinggal di Tokyo sekitar 340.000 yen.

Kedua tersangka adalah pekerja waterproofing, 52, di Yokohama, dan pemimpin geng yakuza yang berafiliasi dengan sindikat kejahatan Sumiyoshi-kai di Shinjuku Ward Tokyo. Sementara pemimpin geng, yang meninggal pada Februari dalam usia 56 tahun, kemungkinan memainkan peran dalam pencucian uang yang diperoleh dari penipuan di Jepang, kata polisi.

Sejauh ini, polisi telah menangkap 13 tersangka anggota kelompok penipuan percintaan internasional dan mengirimkan kasus mereka ke kejaksaan. Mereka diyakini telah menipu 30 orang, menyebabkan kerusakan total beberapa ratus juta yen. Uang yang ditipu itu diyakini telah dikirim ke Ghana, kata polisi.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts