Kim Garam LE SSERAFIM Dihukum Level 5, Contoh Kasus Berakhir Korban Meninggal
Naver
Selebriti
Dugaan Bullying Kim Garam LE SSERAFIM

Netizen menemukan contoh kasus di mana penyerang mendapatkan hukuman level 5 atas kekerasan yang dilakukan. Korban mendapat perawatan di rumah sakit namun meninggal.

WowKeren - Kim Garam telah dikonfirmasi mendapatkan hukuman level 5 dari sekolahnya. Namun agensi LE SSERAFIM menegaskan bahwa idol asuhannya sama sekali tidak melakukan fisik yang membuatnya mendapatkan hukuman tersebut.

Terkait pernyataan agensi tersebut, netizen ramai dibuat tak percaya. Pasalnya hukuman level 5 dianggap adalah hukuman paling berat yang biasanya diberikan kepada penyerang kasus intimidasi sekolah.

Netizen bahkan sampai menemukan contoh kasus di mana penyerang mendapatkan hukuman level 5 atas kekerasan seksual yang dilakukan. Korban mendapat perawatan di rumah sakit namun akhirnya meninggal.

Contoh kasus itu terjadi di lingkungan Provinsi Jeonnam di mana pelecehan dan penyerangan seksual yang terus menerus oleh teman sekelas dengan jenis kelamin yang sama. Siswa penyerang pertama kali menerima hukuman tingkat 2.



Kim Garam LE SSERAFIM Dihukum Level 5, Contoh Kasus Sampai Korban Meninggal

Source: Naver

Tapi kemudian menerima hukuman tingkat 5 atas protes orangtua korban. Sayangnya korban akhirnya meninggal. Hukuman level 5 adalah tindakan disipliner terhadap siswa sekolah menengah yang disebut sebagai level tertinggi.

Contoh kasus ini juga langsung menjadi perbincangan netizen Korea Selatan. "Jadi level 5 adalah yang tertinggi untuk anak sekolah menengah? Aku tidak tahu," tulis seorang netizen. "Wow ini sangat menyedihkan, jadi level 5 ini parah," sahut lainnya.

"Level 9 berarti kamu dikeluarkan dari sekolah tetapi mereka tidak diizinkan untuk memberikannya kepada siswa sekolah menengah. Level 8 adalah yang tertinggi jadi jika ini adalah level 5, ia mengatakan segalanya," tambah netizen lain.

"Aku seorang guru dan juga tidak yakin apakah tingkat 5 adalah yang tertinggi atau tidak (karena kekerasan di sekolah adalah masalah yang sangat sensitif dan rumit dan ini benar-benar kasus per kasus) tetapi kurasa kalian tidak dapat mengatakan bahwa semua kasus level 5 adalah sama. Namun tidak peduli bagaimana kasus sekolah demi sekolah, mereka tidak memberikan level 5 secara acak," pungkas lainnya.

(wk/amal)


You can share this post!


Related Posts