Produsen Bir Jadi Sponsor Formula E Jakarta, Pihak Panitia Beri Penjelasan
Unsplash/shen liu
Nasional
Formula E 2022

Dalam laman resmi Jakarta E-Prix, setidaknya ada empat jenis sponsor yang mendanai ajang balap mobil listrik tersebut, yaitu sponsor utama, global, teknis, dan partner biasa.

WowKeren - Pihak penyelenggara Formula E Jakarta akhirnya merilis deretan sponsor dalam ajang balap mobil listrik tersebut. Dalam laman resmi Jakarta E-Prix, ada empat jenis sponsor yang mendanai acara tersebut, yaitu sponsor utama, global, teknis, dan partner biasa.

ABB menjadi sponsor utama sekaligus penyelenggara acara tersebut. ABB merupakan perusahaan multinasional yang berbasis di Zurich.

Kemudian perusahaan keuangan asal Inggris, Julius Bär, menjadi sponsor global. Dan produsen ban asal Prancis, Michelin, menjadi mitra teknis.

Adapun sponsor lainnya terdiri dari beberapa perusahaan, mulai dari penyedia jasa kurir hingga produsen bir. Di antaranya Hugo Boss, Heineken, Allianz, DHL, hingga Bosch. BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), juga terdaftar sebagai sponsor dan penyelenggara event tersebut.



Kekinian, panitia Formula E Jakarta memberikan penjelasan mengenai perusahaan bir yang tercantum dalam daftar sponsornya. Menurut Ketua Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni, sponsor yang tercantum di situs resmi itu bukan sponsor dalam negeri, melainkan sponsor global dari Formula E Operation (FEO).

"Benar, itu sponsor global Formula E Operation, bukan urusan dalam negeri," paparnya, Rabu (23/5).

Sahroni mengungkapkan bahwa pihak panitia baru akan mengumumkan sponsor dalam negeri dalam waktu dekat. "Sponsor dalam negeri nanti kita info ya, semoga today kita rilis," ujarnya.

Sebelumnya, sponsor Formula E Jakarta sempat menuai polemik karena tak kunjung diumumkan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bahkan sempat menduga Jakpro hanya mengada-ada soal telah mendapat sponsor. Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menilai pendukung acara Formula E kemungkinan masih belum ada hingga saat ini alias gaib.

"Kalau tinggal kurang dari tiga minggu belum ada logo sponsor, sangat mungkin sponsornya gaib atau tidak nyata," ujarnya pada 18 Mei lalu. "Kami tidak terkejut jika sponsor sulit didapatkan karena sponsor biasanya akan menginvestasikan uangnya ke acara yang jelas seluk beluknya dan memberi keuntungan kembali."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts