BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi bencana alam yang terjadi akibat pasang air laut maksimum di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim). Hal ini disampaikan BMKG Tanjung Perak Surabaya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 30 Mei 2022 - 09:14 WIB
WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana alam. Kali ini, BMKG Tanjung Perak Surabaya diketahui mengeluarkan peringatan dini pasang air laut maksimum di sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim).
Daryatno selaku Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Perak Surabaya mengatakan bahwa pasang air laut maksimum itu berkisar 130 sampai dengan 140 cm di atas permukaan air laut. Hal ini pun disebut berpotensi menimbulkan bencana alam.
"Akibat tingginya pasang air laut maksimum tersebut berpotensi terjadinya banjir rob pada 30 Mei sampai dengan 4 Juni (2022)," ungkap Daryatno dalam keterangannya, dilihat Senin (30/5).
Lebih lanjut, Daryatno mengatakan bahwa beberapa wilayah Jatim yang berpotensi mengalami gelombang tinggi yakni area Pelabuhan Surabaya. Peringatan ini pun berlaku sejak 30 Mei hingga 3 Juni 2022, sekitar pukul 10.00-13.00 WIB.
Selanjutnya, Daryatno menambahkan untuk wilayah Jatim lain yakni pesisir Surabaya Barat, termasuk Gresik, Lamongan, dan Tuban, fenomena tersebut berpotensi akan terjadi pada 30 Mei sampai 4 Juni 2022, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Sementara untuk wilayah Surabaya Timur, termasuk Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Bangkalan Selatan, Sampang, dan wilayah Selat Madura, kata Daryatno, diperkirakan berpotensi terjadi pada 30 Mei hingga 3 Juni 2022, pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB.
Selain itu, Daryatno mengatakan untuk wilayah pesisir Kalianget, termasuk Pamekasan, juga harus mewaspadai potensi gelombang tinggi pada 30 Mei sampai dengan tanggal 3 Juni 2022, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kemudian BMKG menambahkan bahwa gelombang tinggi itu berpotensi memicu banjir rob dan genangan yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk sarana transportasi. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi terjadinya pasang air laut maksimum tersebut, dan berkoordinasi dengan BMKG setempat guna mendapatkan informasi terbaru.
Beberapa waktu lalu, banjir rob telah melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, bahkan disebut yang paling seperti tsunami. Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut bencana tersebut merupakan hal yang disengaja.
(wk/tiar)