Berbahaya, Meksiko Kini Umumkan Larangan Penjualan Rokok Elektrik
Unsplash/Bastien Hervé
Dunia

Pemerintah Meksiko kini melarang penjualan rokok elektrik dan segala jenis perangkat vaping lainnya. Larangan itu dibuat melihat kekhawatiran efek bahaya kesehatan dari rokok elektrik.

WowKeren - Pemerintah Meksiko telah mengumumkan larangan peredaran atau penjualan rokok elektronik dan perangkat vaping lainnya mulai Selasa (31/5) kemarin. Larangan itu dibuat karena kekhawatiran tentang efek kesehatan rokok elektrik.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan bahwa, merupakan sebuah "kebohongan" untuk mengklaim rokok elektrik adalah alternatif yang aman untuk menghirup asap tembakau. “Uapnya juga berbahaya bagi kesehatan,” tambah Lopez Obrador. Hal itu disampaikan Presiden Lopez Obrado saat menandatangani dekrit yang memperkenalkan larangan tersebut pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Selasa (31/5) kemarin.

Dia menunjukkan perangkat vaping merah muda untuk menggambarkan bagaimana produk dimaksudkan untuk menarik kaum muda. “Lihat warnanya, desainnya,” ujar Lopez Obrador.

Sementara itu, otoritas Mexico City mengumumkan bahwa merokok dalam bentuk apa pun akan dilarang di alun-alun utama ibu kota, Zocalo, dan daerah sekitarnya di distrik bersejarah yang sibuk. Balai Kota mengatakan langkah itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan.


Sementara itu, diketahui bahwa merokok telah dilarang di ruang tertutup, kantor pemerintah, toko, bar, dan restoran selama lebih dari satu dekade. Dengan pengecualian untuk tempat-tempat hiburan tertentu.

Meksiko sebenarnya telah melarang impor dan ekspor perangkat vaping dan kartrid pada Oktober. Namun perusahaan terus menjual inventaris mereka, kata Wakil Menteri Kesehatan Hugo Lopez-Gatell. Larangan baru itu mencakup “peredaran dan pemasaran produk-produk baru ini,” tambahnya.

Rokok elektrik memanaskan selongsong cairan yang biasanya mengandung nikotin dan bahan kimia lainnya menjadi aerosol. Pengguna menghirup uap yang dihasilkan, meniru rokok tradisional. Pendukung vaping mengatakan itu lebih aman daripada tembakau tradisional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap rokok elektronik berbahaya bagi kesehatan dan telah menyerukan peraturan ketat untuk menghentikan kaum muda khususnya dari menggunakannya. Lebih dari 30 negara telah melarang penjualan rokok elektronik, kata WHO Juli lalu.

Pada bulan April, perusahaan rokok elektrik Juul setuju untuk membayar US$22,5 juta (RM98,6 juta) dalam gugatan AS yang menuduh perusahaan tersebut sengaja menargetkan remaja dan berbohong tentang betapa kecanduan produknya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait