Bersiap Hadapi Ancaman Tiongkok, Makin Banyak Warga Taiwan Ikut Latihan Menembak
Pxhere
Dunia

Tekanan militer Tiongkok yang meningkat di pulau yang diklaimnya sebagai miliknya, dikombinasikan dengan konflik di Ukraina, telah memicu perdebatan tentang bagaimana meningkatkan pertahanan di Taiwan.

WowKeren - Sejumlah warga di Taiwan mulai mengambil pelajaran menembak untuk pertama kalinya usai Tiongkok dikhawatirkan akan melancarkan serangan ke wilayah mereka. Tekanan militer Tiongkok yang meningkat di pulau yang diklaimnya sebagai miliknya, dikombinasikan dengan konflik di Ukraina, telah memicu perdebatan tentang bagaimana meningkatkan pertahanan di Taiwan.

Sejak perang di Ukraina dimulai, booking pelajaran cara menembakkan airsoft gun atau perangkat berdaya rendah yang dirancang untuk menembakkan proyektil non-logam telah naik empat kali lipat. "Semakin banyak orang datang untuk ambil bagian," tutur kepala eksekutif Polar Light, Max Chiang.

Polar Light merupakan perusahaan pelatihan keterampilan tempur yang berbasis di pinggiran Taipei. Menurut Max Chiang, beberapa orang yang mengambil pelajaran menembak tersebut sama sekali belum pernah memegang senjata sebelumnya.

Salah satu warga yang turut bersiap menghadapi ancaman dari Tiongkok adalah seorang seniman tato berusia 39 tahun bernama Su Chun. Ia bertekad untuk belajar cara menggunakan senapan angin.

"Saya ingin mempelajari beberapa keterampilan tempur, termasuk yang tidak hanya terbatas pada penggunaan senjata," ujarnya. "Mungkin keterampilan untuk dapat bereaksi terhadap situasi apa pun."


Menurut Su, pelatihan senjata akan berguna jika pemerintah memanggil pasukan cadangan seperti dirinya untuk mengusir invasi Tiongkok. "Kebanyakan orang tidak ingin berperang, saya juga tidak ingin berperang, tetapi jika hal ini benar-benar terjadi, saya akan siap secara mental," terangnya.

Diketahui, penggunaan airsoft gun diajarkan sebagai olaraga kompetisi di Taiwan. Tetapi banyak gerakan dan taktik yang terlibat menyerupai keterampilan tempur, dari postur menembak hingga membidik.

Alat itu menggunakan udara terkompresi untuk membawa proyektil yang tidak terlalu berbahaya, seperti bola plastik kecil, ke sasarannya. Di lapangan tembak Taipei pada suatu Minggu sore, lusinan siswa mengambil senapan angin untuk pertama kalinya saat pelatih menjelaskan pedoman keselamatan dan detail dasar.

Salah satu peserta kursus menembak tersebut adalah seorang pemandu wisata bernama Chang Yu. Ia menghadiri kursus tingkat awal bersama istrinya.

"Perang Ukraina-Rusia telah membuat ancaman dari seberang Selat menjadi nyata," kata pria berusia 34 tahun tersebut. "Itu membuat kami berpikir bagaimana kami harus mempersiapkan diri jika itu terjadi di Taiwan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait