Candi Borobudur Diprediksi Akan Sepi Turis Lokal Jika Tarif Naik Jadi Rp 750 Ribu
Pixabay
Nasional
Kenaikan Tarif Candi Borobudur

Sebagai informasi, tiket Rp 750 ribu itu akan berlaku untuk para turis lokal yang hendak naik ke candi, sedangkan tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur saja tetap Rp 50 ribu.

WowKeren - Rencana kenaikan tarif tiket Candi Borobudur untuk turis lokal menjadi Rp 750 ribu menuai pro- kontra. Diketahui, tiket Rp 750 ribu itu akan berlaku untuk turis lokal yang hendak naik ke candi, sedangkan tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur saja tetap Rp 50 ribu.

Pengamat pariwisata Azeril Azahari lantas memproyeksikan jumlah kunjungan turis lokal ke Candi Borobudur akan menurun jika tarif Rp 750 ribu itu jadi diimplementasikan. Mengingat harga tiket untuk turis yang hendak naik ke candi naik 15 kali lipat dari Rp 50 ribu menjadi Rp 750 ribu.

"Jadi (pengunjungnya) bukan ke turun drastis. Pasti waktu pandemi sampai saat ini atau kalau nanti diberlakukan itu akan menyebabkan tidak akan ada kenaikan pengunjung ke Borobudur karena yang membatasi harga," ungkap Azril kepada MNC PORTAL Indonesia, Senin (6/6). "Sementara, soal kenaikan Harga masuk bagi turis lokal tidak tepat dan tidak orang membeli apakah sebanding dengan apa yang telah didapatkan oleh pengunjung. Apakah untuk tour guidenya? Kan kita belum tahu. Apa yang dinaikan ke sini itu untuk apa."

Sebelumnya, pemerintah menjelaskan bahwa rencana kenaikan harga tersebut bertujuan untuk membatasi pengunjung yang naik ke candi dan menjaga kekayaan sejarah serta budaya nusantara. Menurut Azril, pembatasan pengunjung tersebut tidak disampaikan secara rinci dan tidak diketahui kebutuhan pastinya.


"Sekarang bayarnya mahal 750, memang kelestarian budaya. Tapi itu sangat tidak tepat, dari 50 sampai 750 layanan yang diterima oleh pengunjung apa saja," paparnya. "Jadi ini background-nya tolong dong pemerintah minta rincian data dan regulasinya."

Apabila alasannya untuk konservasi, Azril menilai itu tidak dibenarkan. Pasalnya, upaya konservasi telah dibiayai dan diurus pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Bukan mengkritik kita setuju tapi data dan risetnya harus digamblangkan dan jika dikomparasikan dengan negara lain juga tidak logis. Uang itu harusnya dikembalikan dengan servis dan kepuasan pengunjung," pungkasnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah mendengar masukan yang muncul dari masyarakat mengenai tarif untuk turis lokal yang dianggap terlalu tinggi tersebut. Luhut membuka peluang mengkaji kembali penerapan tarif Rp 750 ribu bagi wisatawan domestik untuk naik hingga ke area stupa Candi Borobudur, Magelang, Jateng.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts