Sempat Transit di Bandara Changi Singapura, Pria Ini Dinyatakan Positif Cacar Monyet
Unsplash/Darren Tan
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Seorang pria dinyatakan positif cacar monyet saat tiba di Australia setelah sempat transit di Bandara Changi, Singapura. MOH pun langsung melakukan pengawasan pada 13 orang.

WowKeren - Seorang pelancong yang sempat transit melalui Singapura menuju Australia pada Kamis (2/6) lalu, dinyatakan positif mengidap monkeypox alias cacar monyet. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (6/6), Kementerian Kesehatan Singapura, atau Ministry of Health (MOH) mengatakan bahwa pihaknya diberitahu tentang kasus yang dikonfirmasi pada 4 Juni itu oleh kementerian kesehatan New South Wales.

Pelancong itu tiba di Sydney pada 3 Juni dan dinyatakan positif cacar monyet di sana. Sebelumnya, pelancong tersebut diketahui berangkat dari Barcelona pada Rabu (1/6) dan tiba di Bandara Changi pada Kamis (2/6) untuk transit.

Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan Singapura menyebut tidak ada risiko penyebaran komunitas terkait kasus tersebut. Kementerian Kesehatan menyebut bahwa pria pelancong itu tetap berada di area transit holding di Bandara Changi hingga keberangkatannya ke Sydney pada hari yang sama. Pria itu tidak mengunjungi area lain di Bandara Changi.

"Karena kasus ini tidak masuk ke Singapura atau berinteraksi dengan orang-orang di komunitas, saat ini tidak ada risiko penularan komunitas yang signifikan," ungkap pihak Kementerian Kesehatan menambahkan.



Meski begitu, sebagai tindakan pencegahan, Kementerian Kesehatan Singapura telah melakukan pelacakan kontak. Pelacakan kontan itu dilakukan pada dua penerbangan yang terkena dampak dan mereka yang mungkin telah melakukan kontak dengan pelancong di area transit bandara.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa tidak ada kontak dekat yang dinilai. Karena itu pula, tidak ada persyaratan untuk karantina. Namun, 13 orang yang mungkin melakukan kontak biasa dengan pelancong itu telah diawasi melalui telepon selama 21 hari.

Kementerian Kesehatan Singapura juga menjelaskan bahwa orang dalam pengawasan telepon akan menerima panggilan telepon setiap hari. Hal itu untuk memastikan status kesehatan mereka hingga akhir periode pemantauan.

Jika 13 orang dalam pengawasan telepon tersebut nantinya melaporkan gejala yang menunjukkan infeksi cacar monyet, mereka akan dinilai secara medis. Mereka kemudian dapat dibawa ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) untuk evaluasi lebih lanjut.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts