Jemaah Haji RI Meninggal di Madinah, Suami Menangis dan Ungkap Masih Sempat Bercanda di Pesawat
Twitter/AP_Images
Nasional
Haji 2022

Kementerian Agama mengumumkan jemaah haji yang meninggal dunia tersebut atas nama Suhati Rahmat Ali bin Haji Ahmad berusia 64 tahun dari kloter JKG Embarkasi Jakarta, Pondok Gede.

WowKeren - Seorang jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Arab Saudi pada Sabtu (4/6) pekan lalu. Kementerian Agama mengumumkan jemaah haji tersebut atas nama Suhati Rahmat Ali bin Haji Ahmad berusia 64 tahun dari kloter JKG Embarkasi Jakarta, Pondok Gede.

Peristiwa ini membawa duka mendalam bagi suami Suhati, Zainal, yang turut berangkat haji bersama. Sang suami mengaku bahwa istrinya masih dalam kondisi sehat dalam penerbangan menuju Madinah. Mereka juga masih bercanda dan bercerita bersama.

"Ya Allah, saya mohon maaf bu. Tadi masih cerita-cerita di atas pesawat. Bercanda sama saya," ungkap Zainal sembari tak kuasa menahan tangis.

Zainal lantas mengungkapkan bahwa nenek dari istrinya juga meninggal dunia di Madinah beberapa tahun lalu. Sama seperti Suhati, sang nenek yang bernama Hj Sati'ah itu juga menghembuskan napas terakhir saat hendak menunaikan ibadah haji.

"Neneknya istri saya itu beberapa tahun lalu juga meninggal di sini. Saat mau haji," terangnya.


Meski begitu, Zainal mengaku tabah dan sudah menerima kepergian istrinya di Madinah. Apalagi Rasulullah dan keluarganya, serta para sahabat nabi dan ulama juga banyak yang wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi.

Sebagai informasi, Embarkasi JKG 1 diketahui mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sekitar pukul 11.48 waktu Saudi. Suhati meninggal dunia usai mendapat perawatan di poliklinik Bandara AMAA Madinah.

Usai melewati proses imigrasi dan pemindaian barang bawaan, Suhati merasakan sakit dan kemudian dibawa ke klinik yang ada di bandara Madinah. "Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Kesehatan di Bandara Madinah dan poliklinik Bandara, selang beberapa saat kami menerima informasi bahwa jemaah tersebut wafat," jelas Kepala Daker Bandara Haryanto dilansir laman resmi Kemenag, Senin (6/6).

Di sisi lain, Kemenag memastikan bahwa segala hak atas Suhati akan dipenuhi pemerintah. Salah satunya adalah Badal Haji atau haji yang diwakilkan oleh orang yang kompeten atas nama yang telah meninggal.

"Seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan," tutur Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ahmad Abdullah.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts