India Kini Berusaha Redam Kemarahan Negara-negara Islam Terkait Kasus Penistaan Agama
Dunia

India dihadapkan dengan kemarahan besar negara-negara Islam yang mengancam hubungan diplomatis mereka. Kini India pun tengah berusaha meredam kemarahan negara-negara Islam tersebut.

WowKeren - India tengah menghadapi kemarahan besar-besaran dari sejumlah negara mayoritas Muslim atas tudingan penistaan agama. Penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad oleh pejabat tinggi di partai nasionalis Hindu yang memerintah membuat New Delhi berjuang untuk menahan dampak yang merusak.

Pemerintah India, pada Senin (6/6) pun mulai berusaha menenangkan kemarahan di dalam dan luar negeri setelah dua pejabat partai BJP (Bharatiya Janata Party) yang berkuasa membuat pernyataan tentang Nabi Muhammad. 38 orang ditangkap karena kerusuhan di kota utara dan protes yang direncanakan nanti di Mumbai.

Beberapa pejabat tinggi India yang terlibat dalam mengelola dampak diplomatik karena negara-negara termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, UEA, Afghanistan, Pakistan dan Iran juga menuntut permintaan maaf dari pemerintah karena mengizinkan pernyataan yang menghina itu. Hal itu diungkap seorang pejabat kementerian luar negeri India.

Selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di Teluk dan negara-negara Islam tetangga juga telah dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat BJP.


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tweet dan komentar ofensif itu, dengan cara apa pun, tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

"Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait... Sangat disesalkan bahwa Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan dan nakal," ungkap Arindam Bagchi, juru bicara pemerintah.

BJP juga telah melakukan skorsing terhadap seorang juru bicara dan mengusir pejabat lain pada hari Minggu (5/6) karena menyakiti sentimen agama dari komunitas minoritas. Arab Saudi, tempat kelahiran Islam dan rumah dari dua situs tersucinya pun menyambut baik tindakan yang diambil oleh BJP untuk menangguhkan juru bicara itu dari pekerjaannya.

Seorang pejabat senior di Kedutaan Besar Qatar di New Delhi mengatakan pemerintah Modi harus secara terbuka menjauhkan diri dari komentar tersebut.

"Melukai sentimen agama kami dapat secara langsung berdampak pada hubungan ekonomi," pungkas pejabat itu, seraya menambahkan bahwa mereka sedang memeriksa laporan tentang boikot barang-barang India oleh beberapa pemilik supermarket di Qatar.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait