Sertu Bayu Tewas Diduga Dianiaya Seniornya, Panglima TNI Bilang Begini
Nasional

Ibu Sertu Marctyan Bayu Pratama yang bernama Sri Rejeki mencari keadilan dan hendak menemukan kebenaran di balik kematian sang putra kala bertugas di Timika, Papua.

WowKeren - Kematian prajurit TNI bernama Sertu Marctyan Bayu Pratama beberapa waktu lalu menuai banyak sorotan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun telah angkat bicara terkait kasus Sertu Bayu tersebut.

Menurut Andika, insiden itu memang terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Panglima TNI. Namun ia berterimakasih kepada ibu korban yang bersuara soal kasus tersebut.

"Saya enam bulan di sini (jadi panglima), saya tidak dengar, padahal saya mengawal hampir setiap minggu seluruh proses hukum yang berlangsung. Kebetulan insiden itu terjadi sebelum saya masuk," ujar Andika kepada awak media.

Andika menjelaskan bahwa berkas perkara tersebut dilimpahkan ke Oditurat Militer Jayapura pada 13 Desember 2021. Kemudian pada 25 Mei 2022, berkas tersebut dilimpahkan ke Oditurat Militer Jakarta.

"Jadi ini yang sedang saya telusuri. Saya sudah perintahkan oditur jenderal sebagai atasan dari oditur militer dan saya sebagai atasan oditur jenderal, selidiki apa yang terjadi, karena saya ingin tahu apa yang terjadi," paparnya. "Kalau saya sinyalir ada bukti cukup kuat adanya kesengajaan melambat-lambatkan atau bahkan tidak membuka secara terang, maka saya berikan konsekuensi."


Meski demikian, Andika mengaku akan mengawal proses hukum kasus tersebut. Ia juga menyatakan bakal memecat pelaku yang terlibat dalam kasus kematian Sertu Bayu tersebut.

"Itu pokoknya proses hukum, apalagi sampai menyebabkan tewas ini, ini saya akan melakukan semaksimal mungkin dengan tambahan selain tindak pidana, ada tambahan pemecatan," tukasnya.

Sementara itu, ibu Sertu Bayu yang bernama Sri Rejeki mencari keadilan dan hendak menemukan kebenaran di balik kematian sang putra kala bertugas di Timika, Papua. Sertu Bayu diketahui mendapat tugas ke Timika pada Juni 2021 lalu. Namun ia pulang dalam kondisi tak bernyawa pada 8 November 2021.

Sri juga sempat tak diizinkan melihat jasad putranya selama proses pemakaman. Setelah mendapat izin, Sri mendapati jasad putranya penuh luka lebam sehingga ia menduga ada kejanggalan serta unsur pidana di balik kematian Sertu Bayu.

Setelah mencari informasi terkait nasib tragis yang menimpa putranya, Sri mendapat kabar bahwa Sertu Bayu tewas karena dianiaya dua seniornya di Timika. "Kalau kabarnya, oknum itu berpangkat letnan. Kasus ditangani otmil Jayapura," jelasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait