Semakin Menyebar, WHO Peringatkan Ada Risiko Nyata Wabah Cacar Monyet di Negara-negara Non Endemik
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Wabah yang telah menjadi di beberapa negara Afrika itu kini tampaknya semakin menyebar dan meluas di negara-negara non endemik. WHO pun lantas mengeluarkan peringatan terkait risiko nyata.

WowKeren - Wabah cacar monyet saat ini tampaknya semakin menyebar ke luar negara Afrika. Sebagaimana diketahui, cacar monyet sendiri telah menjadi penyakit endemik di negara Afrika.

Akan tetapi, belakangan ini wabah cacar monyet telah dan semakin menyebar ke luar negara-negara non endemik. Bahkan diketahui sudah ada hampir 30 negara di dunia yang telah mengkonfirmasi infeksi cacar monyet yang langka dalam beberapa minggu terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus lantas memperingatkan bahwa ada risiko nyata penyakit cacar monyet berkembang di negara-negara non endemik. Kepala Badan Kesehatan PBB itu pun kemudian mengeluarkan peringatan pada Rabu (7/6), selama konferensi pers di mana dia mengatakan 29 negara telah melaporkan lebih dari 1.000 infeksi virus sejak awal Mei.

"Risiko cacar monyet menjadi berkembang di negara-negara non endemik adalah nyata," ujar Tedros dalam keterangannya, dilansir melalui UPI, Kamis (9/6). "WHO sangat prihatin dengan risiko virus ini untuk kelompok rentan termasuk anak-anak dan wanita hamil."

Sebagai informasi, cacar monyet merupakan penyakit langka yang endemik di beberapa bagian Afrika Barat dan Tengah yang pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 silam. Kemudian, sejak saat itu, ada beberapa wabah di negara-negara non endemik, dengan yang pertama tercatat pada tahun 2003 ketika Amerika Serikat mendokumentasikan lebih banyak dari 70 kasus virus.



Sementara untuk kasus pertama dari wabah terbaru didiagnosisi di Inggris pada awal Mei lalu, yang dikonfirmasi merupakan pasien dengan riwayat perjalanan ke Nigeria. Terbaru, pada Rabu (8/6), pejabat kesehatan Inggris mengkonfirmasi tambahan 19 kasus cacar monyet di kerajaan dengan total 321.

Lebih lanjut, Tedros menerangkan bahwa mayoritas dari mereka yang terinfeksi di tengah wabah saat ini adalah pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Meski begitu, ia mengatakan bahwa beberapa negara telah mulai melaporkan penularan komunitas, yang berarti penyebaran virus tanpa titik infeksi yang diketahui, termasuk beberapa kasus di wanita.

Untuk mencegah virus menjadi semakin menyebar dan meluas, Tedros lantas mendesak negara-negara yang telah melaporkan kasus cacar monyet untuk mengidentifikasi semua kasus dan kontak. Hal ini dilakukan guna mengendalikan wabah dan menghentikan penyebaran lebih lanjut.

Dalam hal tersebut, Tedros mengungkapkan WHO telah merilis panduan tentang pengawasan dan pelacakan kontrak dan dalam beberapa hari mendatang panduan tentang perawatan klinis, pencegahan dan pengendalian infeksi, vaksinasi dan perlindungan masyarakat akan dikeluarkan.

Sementara itu, vaksin untuk cacar yang sekarang telah diberantas terbukti efektif melawan virus. Akan tetapi, persediannya masih terbatas.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts