Acara deklarasi yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Rabu (8/6) itu sempat diwarnai ketegangan. Pasalnya, ada empat bendera yang diduga merupakan atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di atas panggung.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 10 Juni 2022 - 11:30 WIB
WowKeren - Majelis Sang Presiden telah menggelar acara deklarasi dukungan untuk Anies Baswedan maju dalam Pilpres 2024. Namun acara deklarasi yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Rabu (8/6) itu sempat diwarnai ketegangan.
Pasalnya, ada empat bendera yang diduga merupakan atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di atas panggung. Pihak panitia sempat meminta agar acara dihentikan sementara dan meminta agar bendera tersebut segera diturunkan.
Kekinian, polisi memberikan klarifikasi mengenai bendera di acara deklarasi dukungan Anies tersebut. Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, bendera yang terpasang di acara tersebut bukan bendera ormas HTI.
"Kalau hasil pemeriksaan kita, bendera tersebut bukan bendera HTI," tutur Budhi dilansir Tribunnews.com, Kamis (9/6).
Pihak kepolisian kini telah menyita bendera tersebut usai mendapat laporan. Polisi juga sedang memeriksa sejumlah saksi, termasuk panitia acara tersebut.
Di sisi lain, peristiwa ini turut ditanggapi oleh Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. Menurut Novel, hal itu disengaja dengan maksud tertentu.
"Saya juga enggak paham, cuma memang ada penggiringan opini dalam narasi Islamofobia dan adu domba oleh sekelompok orang demi kepentingan rezim saat ini," papar Novel.
Meski demikian, Novel tidak mau bicara banyak soal dugaan menjatuhkan citra Anies dengan atribut tersebut. Novel menyatakan bahwa PA 212 sendiri belum menetapkan dukungan pada siapa pun sebelum nantinya ada ijtimak ulama.
"Nanti kalau sudah ada penetapan Capres dan Cawapres oleh KPU disusul ada ketetapannya dari ijtimak ulama maka kami bisa mengambil sikap politik," tukasnya.
Sementara itu, mantan juru bicara HTI Ismail Yusanto menegaskan bahwa HTI tidak memiliki bendera. Ia menilai bahwa bendera yang ada di acara deklarasi tersebut bertuliskan kalimat tauhid.
"Itu bendera tauhid. Bukan bendera HTI. HTI tidak punya bendera," tegas Ismail dilansir Suara.com.
(wk/Bert)