Cancel Culture kerap menimpa para pesohor. Fenomena ini juga tengah santer dibicarakan oleh masyarakat luas. Simak apa itu cancel culture dan faktor penyebabnya.
- Jun 10, 2022
WowKeren - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Nisa Kurnia Illahiati menilai masyarakat cenderung terburu-buru menghakimi seseorang tanpa tahu kebenarannya. Hal itu dipicu karena kurangnya literasi seseorang.
"Warganet memiliki kecenderungan untuk terburu-buru mengakses kekuasaan untuk memutuskan seseorang bersalah atau tidak tanpa terlebih dahulu mengecek kebenarannya seperti apa. Lack of literacy, akhirnya menyebabkan seseorang menutup diri dari realitas yang sebenarnya bisa dicari, dan langsung menghakimi seseorang," kata Nisa Kurnia.
(wk/Sisi)