Vaksinasi COVID-19 Lengkap Jadi 3 Dosis? Ini Kata Menkes
Pixabay/Ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Jika definisi itu jadi diterapkan, maka seseorang baru dinyatakan menerima vaksinasi COVID-19 dosis lengkap jika telah mendapat dua suntikan primer dan satu suntikan booster.

WowKeren - Kementerian Kesehatan menerima usulan epidemiolog terkait dosis booster dijadikan satu rangkaian vaksinasi COVID-19 lengkap. Dengan demikian, seseorang baru dinyatakan menerima vaksinasi COVID-19 dosis lengkap jika telah mendapat dua suntikan primer dan satu suntikan booster.

"Ini masih pertimbangan kalau ini disetujui maka vaksin boosternya jadi dosis keempat," ungkap Juru Bicara COVID-19 Kemenkes, dr Mochammad Syahril, Jumat (10/6).

Meski demikian, keputusan ini masih belum ditetapkan karena harus menunggu keputusan Menteri Dalam Negeri. Pengambilan keputusan tersebut juga akan melihat perkembangan situasi pandemi saat ini.

Hasil sero survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi COVID-19. Meski demikian, antibodi tersebut bisa menurun. Oleh sebab itu, dosis booster dianggap sebagai kebutuhan vital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Masyarakat diimbau mendapatkan booster untuk nambah imunitas," kata Syahril. "Bahkan kecukupan booster ini banyak dan bisa diberikan secara gratis."

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pihaknya hingga kini masih mengkaji usulan vaksinasi COVID-19 lengkap menjadi tiga dosis. Menkes Budi berjanji pihaknya membahas usulan tersebut secara komplet pekan depan.


Untuk saat ini, Menkes Budi memastikan bahwa definisi vaksinasi COVID-19 lengkap masih dua dosis. Meski begitu, masyarakat tetap diminta untuk segera mendapatkan booster vaksin COVID-19 di fasilitas kesehatan terdekat.

"Itu nanti hari Senin kita akan ada diskusi mengenai itu, tapi sampai sekarang belum," ujar Budi kepada awak media, Jumat (10/6).

Per 10 Juni 2022, Kemenkes mencatat baru ada 47 juta warga Indonesia atau sekitar 22,8 persen dari target yang menerima vaksinasi booster. Sedangkan 168 juta warga atau 80 persen dari target telah menerima dua dosis vaksin.

"Booster-nya dipercepat, dan terpenting adalah protokol kesehatannya terutama pakai masker," tukas Menkes Budi.

Di sisi lain, kasus COVID-19 harian di Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan belakangan ini. Kenaikan kasus COVID di Indonesia juga terhitung 56,5 persen lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian pemerintah, tercatat selama periode 3-9 Juni, jumlah kumulatif kasus konfirmasi COVID dalam sepekan berjumlah 3.091 kasus. Sementara pada periode sepekan sebelumnya atau selama periode 27 Mei-2 Juni, kasus COVID berjumlah 1.975 kasus.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait