Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin yang berinisial AS ditangkap di Mojokerto, Jawa Timur, pada hari Senin (13/6) sekitar pukul 00.30 WIB.
- Bertilia Puteri
- Senin, 13 Juni 2022 - 14:55 WIB
WowKeren - Pihak kepolisian kembali menangkap tokoh dari ormas Khilafatul Muslimin. Kali ini, seorang pria berinisial AS yang berperan sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin ditangkap di Mojokerto, Jawa Timur.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, AS ditangkap pada hari Senin (13/6) sekitar pukul 00.30 WIB. AS yang sudah berusia 74 tahun disebut bertugas memberikan doktrin terkait Khilafatul Muslimin.
"Iya, ada ditangkap satu lagi tadi pagi di Mojokerto," tutur Zulpan. "Berperan bagian kewenangan doktrin-doktrin kaitannya dengan khilafah, dia sebagai Menteri Pendidikan."
Zulpan menjelaskan bahwa AS selama ini yang menetapkan bahan ajar atau kurikulum lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin. Ia juga berperan dalam pembuatan konten di buletin dan sejumlah tulisan yang dirilis oleh Khilafatul Muslimin.
"Yang bersangkutan juga penulis di buletin, koran, dan lain-lain yang di keluarkan oleh Khilafatul Muslimin yang berisikan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila," paparnya.
Dengan penangkapan AS, total polisi telah menangkap enam tokoh ormas tersebut. Salah satunya adalah pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, yang ditangkap di Bandar Lampung, Lampung, pada Selasa (7/6) pekan lalu.
Empat orang tokoh Khilafatul Muslimin lainnya juga telah ditangkap polisi di sejumlah daerah, mulai dari Lampung, Medan, hingga Bekasi. Keempat tokoh tersebut berinisial AA, IN, F, dan SW.
AA diketahui berperan sebagai Sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan organisasi. Kemudian IN berperan sebagai penyebar doktrin melalui sistem pendidikan dan pelatihan yanng dilakukan Khilafatul Muslimin.
Sedangkan F berperan sebagai penanggungjawab dan pengumpul dana. Lalu SW berperan sebagai pengurun dan pendiri ormas Khilafatul Muslimin.
"Kemudian keempat, ditangkap di kota Bekasi inisialnya SW. Ini perannya pengurus dan juga pendiri Khilafatul Muslimin bersama pimpinan petinggi mereka," ungkap Zulpan, Minggu (12/6).
(wk/Bert)