Jemaah Haji Indonesia Masih Sering Tersesat di Tanah Suci Saat Hendak Pulang ke Hotel
Pixabay/dinar_aulia
Nasional
Haji 2022

Petugas Haji Indonesia mengungkap masih banyak ditemukan jemaah yang tersesat di Tanah Suci saat ingin pulang ke hotel atau pemondokan. Terutama usai beribadah di Masjid Nabawi.

WowKeren - Setu persatu kloter jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Arab Saudi Tapi rupanya sejumlah kendala dialami para jemaah saat berada di Tanah Suci. Salah satunya adalah banyak jemaah haji yang tersesat.

Petugas haji Indonesia masih sering menemukan jemaah yang tidak tahu atau tersesat saat akan kembali pulang ke hotel atau pemondokan. Biasanya jemaah tersesat selepas melakukan berbagai kegiatan seperti salat di Masjid Nabawi.

"Sampai saat ini, masih banyak jamaah yang diketahui bingung arah pulang ke hotel atau pemondokannya. Hal itu terjadi setelah habis salat di Masjid Nabawi atau setelah keluar hotel," ujar Sekretaris Daker Madinah Abdillah MT, melansir Antara.

Abdillah menjelaskan bahwa penyebab tersesat adalah karena sebagian besar jemaah yang lupa arah pulang akibat tidak membawa kartu nama hotel yang sudah dibagikan. Padahal, kartu nama hotel itu bisa menjadi sarana untuk bertanya kepada petugas yang ada di sekitaran Masjid Nabawi.

"Mereka kebanyakan jemaah yang belum pernah umrah atau berhaji. Mereka biasanya tidak memperhatikan orientasi arah khususnya terkait pintu di Masjid Nabawi," jelasnya.



Abdillah membagikan sejumlah tips yang bisa dilakukan jemaah jika lupa arah pulang ke hotelnya. Jemaah calon haji diminta tetap tenang, tidak perlu panik. Sebab banyak petugas haji Indonesia di sekitar Masjid Nabawi.

Kemudian, wajib membawa kartu nama hotel dan tunjukkan saat bertanya kepada petugas yang ada di sekitar Masjid Nabawi. Hal yang bisa dilakukan lagi yakni kenali patokan/penanda yang mengarah pada hotel tempat tinggal.

"Cari petugas sektor khusus Nabawi, pakai rompi hitam bertuliskan Petugas Haji Indonesia," ungkap Abdillah.

Sebelumnya, Kementerian Agama juga telah membekali jemaah dan petugas haji Indonesia dengan gelang identitas. Jemaah diminta untuk selalu memakainya serta tak menukar dengan orang lain karena menjadi data untuk proses identifikasi apabila terpisah dengan rombongan.

"Kami mengimbau kepada seluruh jamaah agar memakai gelang identitas tersebut sejak diterima sampai kembali ke rumah domisili masing-masing di Tanah Air. Jangan hanya disimpan karena takut hilang," ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama, Akhmad Fauzin.

"Gelang tersebut terbukti sangat memudahkan berbagai pihak untuk mengidentifikasi jamaah ketika terpisah, lupa arah jalan ke pemondokan, dan lain-lain," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts