Krisis Ekonomi, Sri Lanka Beri Hari Libur Ekstra Bagi Pekerja Publik untuk Bercocok Tanam
pixabay.com/Ilustrasi/ecoyou
Dunia

Pada Senin (13/6), Kabinet Sri Lanka telah menyetujui proposal bagi pekerja sektor publik untuk diberikan cuti setiap hari Jumat selama tiga bulan ke depan.

WowKeren - Sri Lanka telah menyetujui kebijakan empat hari kerja selama seminggu bagi sektor publik. Pemerintah pada hari Selasa (14/6) mengatakan jika langkah itu diambil untuk membantu mereka mengatasi kekurangan bahan bakar kronis dan mendorong mereka untuk menanam makanan.

Pada Senin (13/6), Kabinet Sri Lanka telah menyetujui proposal bagi pekerja sektor publik untuk diberikan cuti setiap Jumat selama tiga bulan ke depan. Langkah itu didorong oleh faktor kurangnya bahan bakar membuat perjalanan menjadi sulit dan juga untuk mendorong mereka bertani.

"Tampaknya tepat untuk memberikan cuti satu hari kerja kepada pejabat pemerintah," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan. "Untuk terlibat dalam kegiatan pertanian di halaman belakang mereka atau di tempat lain sebagai solusi untuk kekurangan pangan yang diharapkan."

Pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan krisis kemanusiaan yang membayangi. Depresiasi mata uang, kenaikan harga komoditas global dan kebijakan terkait larangan pupuk kimia mendorong inflasi makanan menjadi 57 persen di bulan April.


Pemerintah sedang dalam pembicaraan untuk paket bailout dengan Dana Moneter Internasional dan delegasi diharapkan di Kolombo pada 20 Juni. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan bulan ini Sri Lanka membutuhkan setidaknya 5 miliar dolar AS untuk memenuhi impor penting untuk sisa tahun ini.

Negara itu sendiri saat ini tengah berjuang dengan krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Sri Lanka mempekerjakan sekitar satu juta orang di sektor publiknya. Kekurangan devisa yang parah membuat negara ini harus berjuang untuk membayar impor bahan bakar, makanan, dan obat-obatan yang kritis.

Banyak dari 22 juta penduduk negara itu harus mengantre di pom bensin selama berjam-jam. Selain itu, masyarakat juga telah mengalami pemadaman listrik yang lama selama berbulan-bulan.

Krisis yang memburuk memicu desakan bagi keluarga Rajapaksa untuk mundur. Namun, Presiden Gotabaya Rajapaksa mengatakan akan menyelesaikan masa jabatannya yang kurang dua tahun lagi, di tengah protes jalanan yang meluas selama berbulan-bulan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait