Wabah Cacar Monyet Ditemukan di Puluhan Negara, WHO Akan Bagikan Vaksin
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, pihaknya tengah mengembangkan inisiatif untuk "akses yang adil" ke vaksin dan perawatan yang diharapkan akan siap dalam beberapa minggu.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menciptakan berbagi vaksin baru untuk menghentikan wabah cacar monyet alias monkeypox. Wabah tersebut telah menyebar di lebih lebih dari 30 negara di luar Afrika.

Langkah tersebut dapat membuat WHO mendistribusikan dosis vaksin yang langka ke negara-negara kaya yang sebenarnya mampu membelinya. Bagi beberapa pakar kesehatan, inisiatif tersebut berpotensi melewatkan kesempatan untuk mengendalikan virus cacar monyet di negara-negara Afrika tempat virus itu menginfeksi orang selama beberapa dekade. Hal itu dinilai menjadi contoh lain dari ketidaksetaraan dalam distribusi vaksin yang terlihat selama pandemi COVID-19.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, pihaknya tengah mengembangkan inisiatif untuk "akses yang adil" ke vaksin dan perawatan yang diharapkan akan siap dalam beberapa minggu. Mekanisme itu diusulkan tak lama setelah Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, dan negara-negara lain melaporkan ratusan kasus cacar monyet bulan lalu.

WHO telah menggambarkan wabah itu sebagai "tidak biasa". WHO juga mengatakan penyebaran virus yang terus berlanjut cukup mengkhawatirkan hingga komite ahlinya minggu depan akan memutuskan apakah cacar monyet harus dinyatakan sebagai darurat global.

Vaksin cacar, penyakit terkait, diperkirakan sekitar 85 persen efektif melawan cacar monyet. Direktur WHO Eropa, Dr. Hans Kluge, mengatakan bahwa dia prihatin dengan perebutan beberapa negara kaya untuk membeli lebih banyak vaksin tanpa berbicara tentang membeli pasokan untuk Afrika.



Kluge mendesak pemerintah "untuk melakukan pendekatan terhadap cacar monyet tanpa mengulangi kesalahan pandemi". Namun, dia tidak mengabaikan kemungkinan bahwa negara-negara seperti Inggris yang saat ini memiliki wabah terbesar di luar Afrika mungkin akan menerima vaksin melalui WHO.

Dia mengatakan program itu dibuat untuk semua negara dan sebagian besar vaksin akan dibagikan berdasarkan kebutuhan epidemiologis mereka. "Eropa tetap menjadi pusat wabah yang meningkat ini, dengan 25 negara melaporkan lebih dari 1.500 kasus, atau 85 persen dari total global," catat Kluge.

Sementara itu, beberapa pakar di Afrika mempertanyakan mengapa WHO tak pernah mengusulkan penggunaan vaksin di Afrika tengah dan Barat. Padahal itu merupakan tempat dimana penyakit itu endemik.

"Tempat untuk memulai vaksinasi apa pun harus di Afrika dan bukan di tempat lain," kata Dr. Ahmed Ogwell, penjabat direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika.

Menurutnya, kurangnya vaksin untuk melawan cacar monyet di Afrika merupakan masalah yang lebih kritis daripada kelompok penyakit ringan yang dilaporkan di negara-negara kaya. Afrika telah mencatatkan lebih dari 1.500 kasus suspek cacar monyet dan 72 kematian tahun ini.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts