Peristiwa seperti itu telah menjadi lebih sering, dan setidaknya ada tiga kematian massal dalam dekade terakhir, yang berpotensi dikaitkan dengan perubahan iklim.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 16 Juni 2022 - 13:11 WIB
WowKeren - Ratusan penguin kecil yang merupakan spesies penguin terkecil di dunia, terdampar di pantai Selandia Baru. Jenis penguin ini merupakan salah satu yang asli dari Selandia Baru.
Namun, dalam seminggu terakhir, penduduk setempat telah melihat bangkai mereka terdampar di pantai. The Guardian melaporkan bahwa penduduk setempat menemukan 183 penguin di Ninety Mile Beach baru-baru ini pada bulan Juni.
Di bulan sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan. Pada akhir Mei, sebanyak 109 penguin mati ditemukan di pantai yang sama. Sedangkan 40 lainnya ditemukan di pantai lain pada pertengahan Mei. Di satu tempat, bangkai juga ditumpuk di sepanjang jalur pejalan kaki.
Penduduk setempat mengatakan kepada NZ Herald bahwa penguin itu mungkin diambil dari pantai dan kemudian dibuang di sana. Penduduk setempat kemudian didesak oleh pihak berwenang untuk meninggalkan penguin di mana mereka hanyut ke darat agar secara alami hanyut kembali ke laut, atau membusuk secara alami.
Penasihat sains utama dari Departemen Konservasi (DOC) Selandia Baru yang mempelajari burung laut, Graeme Taylor, percaya bahwa lebih dari 500 penguin mati telah terdampar sejak awal Mei 2022, sebagaimana dilaporkan The Guardian. Taylor juga yakin bahwa jumlahnya bisa mendekati 1.000 ekor. Taylor menilai jika nekropsi pada penguin mati menunjukkan kelaparan dan hipotermia.
Pada tahun-tahun dengan La Nina, penguin mungkin kesulitan menemukan makanan yang lebih langka karena ikan tinggal di perairan yang lebih dingin. La Nina adalah fenomena cuaca yang membawa air lebih hangat di lautan ke Selandia Baru.
Taylor mencatat bahwa peristiwa seperti itu telah menjadi lebih sering, dan setidaknya ada tiga kematian massal dalam dekade terakhir. Peningkatan frekuensi ini berpotensi dikaitkan dengan perubahan iklim. Taylor berbagi bahwa perubahan iklim juga telah memanaskan air, semakin memperburuk pasokan makanan penguin.
Perubahan kondisi juga dapat menyebabkan burung jatuh sakit dan lebih rentan terhadap pemangsa. Hal itu bisa membuat mereka sulit bersarang dan berkembang biak.
(wk/zodi)