HITSfluencer : Fajrul Islam, Kreator Kekinian yang Bongkar Serba-Serbi Jepret dan Jual Foto Online
Dokumentasi Fajrul
Selebriti
HITSfluencer

Fajrul Islam sukses menjadikan foto sebagai ladang utama untuk cetak penghasilan tambahan. Lantas, seperti apa kisah serta rahasia sukses Fajrul? Ini dia selengkapnya.

WowKeren - Bagi mereka yang hidup di zaman digital, berfoto telah menjadi salah satu aktivitas yang wajib dilakukan. Meski demikian, tak banyak yang tahu jika nyatanya foto juga bisa jadi ladang utama untuk cetak penghasilan. Seperti yang dilakukan oleh Fajrul Islam. Pria yang saat ini aktif sebagai koordinator media di salah satu lembaga kemanusiaan ini berhasil mendapatkan penghasilan tambahan berkat foto-foto yang diunggahnya.

Mulai aktif sebagai kontributor foto sejak beberapa tahun silam, Fajrul mulai berbagi pengalaman hingga tips menjual foto di YouTube dari tahun 2015. Hingga kini, channel YouTube, Fajrul Islam, sudah sukses menjaring lebih dari 165 ribu subscribers. Ditambah, ia juga sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 4 juta penayangan di YouTube.


Tak puas berbagi serba-serbi tips menjual foto di YouTube, Fajrul pun melebarkan sayapnya ke akun TikTok, @fajrulisme. Tak diduga, kontennya di TikTok malah makin banjir penonton. Terbukti, kini ia sudah mendapatkan lebih dari 706 ribu pengikut dengan total 5 juta likes.

Salah satu konten Fajrul yang amat populer di TikTok adalah saat ia membagikan trik foto abstrak barang-barang "receh" untuk dijual ke website. Video yang diunggah pada 26 Januari 2021 ini pun telah mencuri hati lebih dari 11 juta penonton.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Fajrul secara eksklusif berbagi rahasianya menjadi kontributor foto hingga sukses jadi konten kreator. Seperti apa keseruannya? Intip kisah Fajrul selengkapnya berikut ini!

(wk/yoan)

1. Dari Fotografer Dadakan Sampai Jadi Kontributor Foto


Dari Fotografer Dadakan Sampai Jadi Kontributor Foto
TikTok/fajrulisme

Fajrul mengakui bahwa kisahnya mengenal dunia fotografi adalah hal yang tak terduga. Saat itu, kantor tempatnya bekerja mendaulat dirinya untuk mendokumentasikan momen menggunakan kamera DSLR. Karena baru pertama kali, hasil foto Fajrul pun tidak begitu bagus. Beruntung, ia menguasai Photoshop sehingga bisa menyiasati hasil foto. Sejak saat itulah, Fajrul tertantang untuk pelajari dunia fotografi.

"Dulu kantor saya pernah bikin konferensi kemanusiaan, dan itu pertama kali saya diminta untuk motret pakai kamera DSLR. Hasilnya jelek semua. Untungnya, saya waktu itu bisa Photoshop, jadi bisa diperbaiki miring-miringnya," kenang Fajrul. "Dari situ, saya tertantang buat belajar fotografi. Saya belajar fotografi otodidak. Pernah ikut kelas, cuma gratis."

Saat proses mempelajari fotografi, Fajrul mengabadikan foto jepretannya ke galeri di sebuah website. Baru sekitar tahun 2015, ia akhirnya mencoba mengunggah semua stok foto miliknya di Getty Images. Tak diduga, salah satu foto unggahannya pun bisa terjual sampai 50 dolar. Sejak itu, ia jadi lebih aktif mengunggah foto.

"Di 2011-2012 ada website namanya Flickr. Baik fotografer profesional maupun amatir mereka bikin galeri kemudian upload foto di situ. Dari situ, salah satu microstock agensi terbesar di dunia, Getty Images, melihat foto saya. Saya di-invite untuk jual foto itu di website mereka," terang Fajrul. "Tahun 2015, saya ingat punya akun di Getty Images. Dari situ, semua file saya upload. Selang dua bulan ternyata ada yang beli fotonya. Satu foto waktu itu laku 50 dolar. Ternyata foto beneran laku di internet."

2. Bangun Rasa Percaya Diri Lewat Konten


Bangun Rasa Percaya Diri Lewat Konten
TikTok/fajrulisme

Kesuksesannya menjual foto di internet membuat Fajrul tergerak untuk berbagi ilmu kepada lebih banyak orang. Mengawali dari blog, tulisannya tentang serba-serbi menjual foto rupanya banyak menjaring pembaca. Tak cukup di sana, Fajrul akhirnya memberanikan diri untuk terjun ke dunia YouTube. Padahal, sebelumnya ia termasuk pribadi yang tidak terlalu percaya diri jika berhadapan dengan kamera.

"Awalnya bukan lewat video tapi lewat tulisan di blog. Basic saya IT, jadi saya belajar bikin website dari kuliah. Dulu namanya itu heyfajrul akhirnya saya ganti fajrulisme. Saya sharing tentang microstock, jualan foto di internet, ternyata responnya bagus, yang baca sampai 2000. Buat saya itu banyak," ujar Fajrul. "Dari situ, saya mulai memberanikan diri buat video YouTube. Saya cuma modal coba-coba. Saya sebenarnya tipikal orang yang enggak begitu suka direkam. Tapi saya mau men-challenge diri supaya bisa ngomong. Jadi sebenarnya, kalau kita mau coba, bisa."

Kesungguhan Fajrul untuk membangun rasa percaya dirinya pun membuahkan hasil. Makin lama, channel YouTube miliknya makin berkembang dan menjaring lebih banyak penonton. Karena itulah, ia kemudian bertekad untuk terus meng-upgrade alat serta video-video unggahannya.

3. Berhasil Taklukkan Tantangan Dari TikTok Indonesia


Berhasil Taklukkan Tantangan Dari TikTok Indonesia
TikTok/fajrulisme

Populernya konten Fajrul di YouTube akhirnya menarik perhatian platform TikTok. Melalui akun official-nya, TikTok Indonesia secara khusus menantang Fajrul untuk mengunggah konten-konten serupa di TikTok. Meski awalnya Fajrul sempat kesulitan menyesuaikan durasi, namun ia akhirnya berhasil FYP dan banjir followers.

"Di 2020 akhir, Oktober atau September saya di DM sama TikTok Indonesia Official. Mereka bilang tertarik sama konten saya di YouTube dan menantang untuk share di TikTok juga. Awal saya bikin belum FYP. Saya pelajari, kan beda ya, apalagi TikTok dulu cuma 60 detik. Lama-kelamaan, saya upload dan FYP karena di-repost sama TikTok Indonesia," terang Fajrul. "Pas TikTok ramai, saya coba upload di Instagram tapi enggak seramai di TikTok. Baru sekarang saja ketika reels (Instagram) sudah bagus algoritmanya mulai naik followers Instagram."

Informatifnya konten-konten Fajrul yang tersebar di berbagai platform ini pun sampai membuat dirinya di-notice hingga melakukan panggilan Zoom dengan salah satu petinggi Getty Images Asia Tenggara. Ditambah, kini ia juga kerap dipercaya untuk memberikan beberapa webinar langsung mengenai serba-serbi jualan foto di internet.

4. Kriteria Foto Paling Laris Manis di Internet


Kriteria Foto Paling Laris Manis di Internet
TikTok/fajrulisme

Agar hasil foto terlihat lebih bagus, Fajrul biasanya akan mengedit brightness hingga saturasi terlebih dahulu. Menurutnya, hal ini akan membuat hasil foto jadi lebih nyaman dilihat. Fajrul juga menyebut bahwa tak ada aturan khusus mengenai foto yang paling laris di internet. Sebab, foto remote televisi miliknya yang dipotret menggunakan background putih saja bisa laku sampai 3,5 juta rupiah. Fantastis bukan?

"Kalau foto paling mahal seperti apa itu enggak ada pakemnya. Tapi, foto itu bisa terjual sampai berkali-kali. Foto termahal yang sejauh ini saya jual adalah foto remote televisi, saya foto pakai background putih. Waktu itu laku sampai 3,5 juta," ungkap Fajrul.

Dalam kontennya, Fajrul pun sering berbagi tips untuk memotret foto-foto abstrak dari benda-benda receh di sekitar. Menurut Fajrul, foto-foto abstrak yang dipotret dengan baik banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahan tertentu. Jika tak ada gambaran akan memotret foto seperti apa, ia menyarankan para pemula untuk mengikuti tema-tema yang sudah tersedia saja.

"Pada dasarnya, semua jenis foto kemungkinan ada yang butuh dan bisa dijual. Beberapa kali saya sharing memotret (benda) receh-receh dan itu ternyata laku di internet," tambah Fajrul. "Tapi sebenarnya di agensi itu ada tema khusus yang setiap bulan selalu update. Kalau ada yang mau jualan foto, bingung mau motret apa, tinggal ikut tema-tema dari mereka."

5. Tak Semua Foto Bisa Laris Di Internet


Tak Semua Foto Bisa Laris Di Internet
TikTok/fajrulisme

Fajrul mengungkapkan bahwa kualitas dan kuantitas merupakan hal yang paling penting diperhitungkan saat ingin menjual foto di internet. Karena itulah, ia pun memilih untuk menggunakan kamera DSLR atau mirrorless ketika memotret demi menunjang kualitas foto yang lebih bagus.

Selain itu, kuantitas foto juga wajib dipertimbangkan. Pasalnya, makin sedikit mengunggah, semakin kecil kemungkinan foto akan di-notice buyer. Kesuksesan Fajrul menjual foto di internet pun juga tak luput dari perjuangannya mengunggah banyak foto. Terbukti, dari 5-6 ribu foto yang diunggah, hanya sekitar 150 foto saja yang berhasil terjual per bulannya.

"Yang pertama kualitas foto. Ini berkenaan dengan alat. Banyak yang tanya, memotret dari handphone bisa dijual di internet atau enggak? Bisa. Tapi, kalau mau maksimal ya harus pakai kamera DSLR atau mirrorless," jelas Fajrul. "Kedua kuantitas foto. Jadi, fotonya harus banyak. Karena ketika kita jualan foto di internet itu saingannya sama ratusan ribu fotografer amatir dan profesional di seluruh dunia. Jadi kalau kita cuma upload 1-100 foto kemungkinan foto kita ketemu buyer itu kecil. Saya punya 5-6 ribu foto. Paling yang laku cuma 150-an. Dan itu hal biasa."

6. Tips Sukses Jual Foto Bagi Pemula


Tips Sukses Jual Foto Bagi Pemula
TikTok/fajrulisme

Agar para pemula bisa sukses menjual foto di Internet, Fajrul mengingatkan untuk meluruskan mindset terlebih dahulu. Pasalnya, proses menjual foto tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan dedikasi dan niat yang kuat agar tak goyah jika suatu saat ada foto yang ditolak oleh agensi.

"Pertama mindset kalau jualan foto tidak semudah itu. Supaya kalau belum menghasilkan, tidak kecewa. Foto kita ditolak agensi juga biasa. Banyak faktornya. Mungkin deskripsi fotonya masih ada bahasa Indonesia, shacking, noise, objek utama enggak tajam, over atau under exposure itu juga ditolak. Masih banyak juga yang lain. Butuh waktu lama memang, enggak bisa tiba-tiba," papar Fajrul.

Setelah mindset berhasil dibentuk, jangan pernah berhenti untuk memperdalam ilmu fotografi. Pelajari tekniknya mulai dari komposisi hingga angle. Selain itu, biasakan mata untuk melihat foto-foto yang bagus. Selanjutnya, para pemula wajib memerhatikan teknis dasar saat mengunggah foto mulai dari deskripsi foto hingga keyword-keyword yang digunakan.

"Kalau kita mau jualan foto, mau enggak mau harus memahami fotografi. Biasakan juga mata melihat foto-foto yang bagus. Yang diperhatikan lagi adalah caption atau deskripsi foto. Jangan asal-asalan, harus bahasa Inggris karena pembeli kita global," tambah Fajrul. "Terus, keyword-nya dimaksimalkan sebanyak-banyaknya. Misalnya, maksimal 50 keyword tapi kita isinya cuma 10, jangan."

7. Ingin Terus Berbagi Ilmu Kepada Lebih Banyak Orang


Ingin Terus Berbagi Ilmu Kepada Lebih Banyak Orang
TikTok/fajrulisme

Fajrul mengaku bahwa kedepannya ia ingin mengembangkan konten tutorial motret. Selain itu, ia juga ingin mulai sharing tentang filantropi agar makin banyak orang jadi lebih peduli pada sesamanya.

"Kedepannya mungkin mau bikin lebih banyak tutorial motret dan sharing tentang filantropi untuk menyadarkan biar orang lebih peduli dengan orang lain karena saya juga sudah lama kerja di lembaga kemanusiaan," beber Fajrul. "Termasuk, saya juga mau men-challenge diri saya untuk take video tanpa skrip. Selain itu, saya lagi mau buka kelas jualan foto, dan itu berbayar. Jadi, orang-orang daftar benar-benar yang belajar. Jadi lebih enak."

Meski sudah sukses menaklukkan rasa tidak percaya dirinya, Fajrul masih ingin terus men-challenge dirinya agar terus berkembang. Jadi, apakah kamu tertarik mengikuti jejak Fajrul sebagai kontributor foto?



You can share this post!