Diduga Lakukan Kelalaian, 8 Staf Medis Akan Diadili Atas Kematian Legenda Sepak Bola Diego Maradona
AFP/Roberto Schmidt
Dunia

Sebagai informasi, Diego Maradona meninggal di usia 60 tahun pada tahun 2020 lalu. Ia dinyatakan menderita gangguan hati, ginjal, dan kardiovaskular saat meninggal.

WowKeren - Delapan personel medis akan diadili terkait kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona. Berdasarkan putusan pengadilan yang diumumkan pada Rabu (22/6), mereka diduga melakukan kelalaian hingga menyebabkan kematian Maradona.

Sebagai informasi, Maradona meninggal di usia 60 tahun pada tahun 2020 lalu. Ia menghembuskan napas terakhir ketika menjalani masa pemulihan dari operasi otak untuk pembekuan darah, dan setelah puluhan tahun berjuang melawan kecanduan kokain dan alkohol.

Maradona ditemukan tewas di tempat tidur dua minggu setelah dioperasi. Kala itu ia berada di sebuah rumah kontrakan di lingkungan eksklusif Buenos Aires tempatnya dibawa setelah keluar dari rumah sakit. Ia dinyatakan meninggal karena serangan jantung.

Tahun lalu, sebuah panel yang terdiri dari 20 ahli medis yang diadakan oleh jaksa penuntut umum Argentina menyimpulkan bahwa perawatan Maradona penuh dengan "kekurangan dan penyimpangan". Sang pesepakbola disebut "akan memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup" dengan perawatan yang memadai di fasilitas medis yang sesuai.



Para ahli menemukan bahwa perawat Maradona telah meninggalkan sang legenda untuk "periode yang menyiksa dan berkepanjangan" menjelang kematiannya. Oleh sebab itu, jaksa meminta agar para terdakwa diadili atas pembunuhan karena kelalaian.

Adapun delapan orang yang didakwa dalam kasus ini adalah ahli bedah saraf dan dokter keluarga Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov, psikolog Carlos Diaz, koordinator medis Nancy Forlini, dan empat orang lainnya termasuk dua perawat. Mereka terancam hukuman mulai dari delapan hingga 25 tahun penjara.

Diketahui, investigasi terkait kematian sang legenda dimulai usai dua anak Maradona mengajukan komplain kepada Luque. Mereka menyalahkan dokter tersebut atas penurunan kesehatan sang ayah pasca operasi.

Di sisi lain, Maradona dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat dalam sejarah. Mantan bintang Boca Juniors, Barcelona dan Napoli itu menderita gangguan hati, ginjal, dan kardiovaskular saat meninggal.

Kematiannya mengejutkan para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Puluhan ribu orang mengantre untuk melewati peti mati Maradona yang terbungkus bendera Argentina di Istana Presiden, Buenos Aires.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts