Menilik Alasan Indonesia Tak Mau Legalkan Ganja Meski Banyak Yang Membutuhkan
Unsplash/GreenForce Staffing
Nasional
Legalisasi Ganja Medis

DPR RI kini tampaknya mulai mempertimbangkan legalisasi ganja untuk kebutuhan medis di Indonesia. Namun sebelumnya, Indonesia sendiri juga punya alasan kuat untuk tidak melagalisasi ganja.

WowKeren - Thailand jadi negara Asia pertama yang mengeluarkan kebijakan legalisasi ganja. Hal itu tampaknya memicu pembahasan mengenai wacana legalisasi ganja di berbagai negara di Asia, termasuk di Indonesia.

Sementara itu, Indonesia sendiri tampaknya masih tegas untuk tidak melegalisasi penggunaan ganja. Setidaknya, hal itulah yang diungkap oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Petrus Reinhard Golose.

"Tidak ada sampai saat ini pembahasan untuk legalisasi ganja. Di tempat lain ada, tetapi di Indonesia tidak ada. Akan tetapi, itu biar di negara lain. Saya tetap konsisten untuk tidak (membahas wacana) melegalisasi ganja,” kata Petrus Golose pada sela-sela acara peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2022 di Badung, Bali.

Ia menyampaikan meskipun beberapa negara mulai melegalkan ganja, dari segi jumlah masih lebih banyak negara yang menetapkan tanaman itu ilegal. Di Asia Tenggara sendiri, hanya Thailand yang telah melegalkan budidaya dan penggunaan ganja untuk kepentingan medis atau pengobatan.

Pada tahun 2019, Brigjen Polisi Mufti Djusnir yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), juga menyampaikan hal serupa. Mufti menyebut ganja tetap dilarang di Indonesia meski untuk kebutuhan medis.


"Karena kita sudah memasukkan ganja ke dalam narkotika golongan I dalam UU No.35 tahun 2009. Kalau golongan I, kami tidak sepakat digunakan untuk keperluan medis," ungkapnya.

Mufti menegaskan tidak pernah ada peraturan yang melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis apapun bahkan sebelum pengesahan UU Narkotika pada 2009. Penggunaan ganja di Tanah Air, sesuai UU No.35/2019, hanya untuk keperluan penelitian lembaga yang berwenang. Narkotika golongan itu mempunyai dampak ketergantungan yang sangat tinggi.

"Penyelewengannya jauh lebih buruk ketimbang manfaatnya. Banyak yang menggunakan ganja untuk tujuan penyalahgunaan ketimbang medis," ujarnya.

Wacana legalisasi ganja medis di Indonesia tampaknya memang telah cukup lama dibuka. Namun kini wacana itu kembali muncul.

Selain karena kabar legalisasi di Thailand, aksi seorang ibu yang memohon legalisasi ganja ke MK untuk pengobatan anaknya juga menjadi perhatian. Kini, DPR pun tampaknya membuka kembali kajian soal wacana legalisasi ganja medis di Indonesia.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts