COVID-19 RI Alami Kenaikan, Pasien di Wisma Atlet Kemayoran Kembali Tembus 100 Orang!
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebagai informasi, Wisma Atlet Kemayoran sempat hanya merawat dua pasien COVID-19 pada 10 Mei 2022 lalu. Namun belakangan kasus COVID-19 harian di Indonesia kembali mengalami kenaikan.

WowKeren - Meningkatnya kasus COVID-19 harian di Indonesia membuat jumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet juga bertambah. Per Selasa (28/6), tercatat ada 110 orang yang menjalani perawatan di Wisma Atlet Kemayoran.

Sebagai informasi, Wisma Atlet Kemayoran sempat hanya merawat dua pasien COVID-19 pada 10 Mei 2022 lalu. Namun belakangan kasus COVID-19 harian di Indonesia kembali mengalami kenaikan diduga akibat Omicron subvarian BA.4 dan BA.5.

Sejak dibuka pada 23 Maret 2020 lalu, Wisma Atlet telah merawat total 164.529 orang pasien COVID-19. 162.647 orang di antaranya dinyatakan sembuh dari COVID-19, 1.173 orang dirujuk ke rumah sakit COVID-19 lain, dan 599 lainnya meninggal dunia.

Di sisi lain, penularan COVID-19 Tanah Air diprediksi akan mengalami lonjakan pada pekan kedua dan ketiga bulan Juli 2022 karena kemunculan BA.4 dan BA.5. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, prediksi tersebut dibuat sesuai dengan apa yang sebelumnya sudah terjadi di Afrika Selatan, tempat subvarian itu pertama kali ditemukan.


"Kami akan tetap menjaga standar protokol kesehatan yang ada, mempercepat vaksin booster, melakukan sero-surveilans ketiga pada akhir Juni-awal Juli," ujar Menkes Budi pada Minggu (26/6).

Sementara itu, ahli epidemiologi Pandu Riono mengatakan bahwa penyebaran virus akan terkendali meski subvarian lebih menular apabila masyarakat memiliki kekebalan tinggi. Kekebalan tersebut didapat dari vaksinasi dan dosis booster, serta kepatuhan protokol kesehatan.

"Kita harus tetap waspada menghadapi virus yang terus berkembang. Kita harus siap beraktivitas seperti biasa dengan risiko penularan yang terus berlanjut. Sementara pemerintah terus memperkuat sistem kesehatan masyarakat," ujar Pandu, Senin (27/6). "Indonesia memiliki imunitas yang tinggi, namun perlu perlindungan yang lebih besar karena belum semua masyarakat memiliki vaksin booster."

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menekankan bahwa kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa waktu belakangan ini harus lebih diwaspadai. Ia bahkan meminta agar seluruh pihak kembali memperketat protokol kesehatan (prokes) di sejumlah tempat, termasuk ruang publik yang kerap dijadikan tempat berkumpul.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts