Wagub DKI Sebut Akan Cari Solusi Bagi Karyawan Holywings Usai Izin Usaha Dicabut Pemprov
Instagram/arizapatria
Nasional
Kontroversi Holywings

Dengan dicabutnya izin usaha yang berujung ditutupnya seluruh outlet Holywings di DKI Jakarta, nasib karyawannya pun dipertanyakan. Terkait hal ini, Wagub DKI menyebut akan mencarikan solusinya.

WowKeren - 12 Outlet Holywings di DKI Jakarta telah ditutup oleh Pemprov usai izin usahanya dicabut. Kini nasib dari para karyawannya pun disoroti oleh masyarakat.

Mengenai nasib karyawan Holywings yang secara otomatis tidak bisa lagi bekerja lantaran outletnya ditutup, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan hal tersebut akan menjadi perhatian bersama dan bakal dicarikan solusinya.

"Karyawan-karyawan ini kan tidak bisa bekerja lagi, masalah ini jadi perhatian kita bersama, ke depan kita carikan solusi," ujar Riza kepada wartawan, Rabu (29/6).

Riza menuturkan bahwa Pemprov DKI Jakarta senang apabila ada pihak swasta yang membuka lapangan pekerjaan baru, salah satunya adalah seperti yang dilakukan Holywings. Akan tetapi, kejadian yang dibuat oleh Holywings Grup dinilai kelewatan, sehingga menimbulkan masalah baru.

"Namun demikian kalau kejadiannya seperti sekarang ini, kelalaian, kekurangan akan menimbulkan masalah baru dengan adanya pemberhentian," terang Riza.


Meski belum bisa memberika solusi secara konkret terkait nasib karyawan Holywings, namun Riza mengatakan bahwa Pemprov DKI memiliki program pengentasan kemiskinan, yang salah satunya adalah mengatasi masalah pengangguran. Artinya, Pemprov DKI akan membantu karyawan Holywings yang kehilangan pekerjaan itu.

Kendati Holywings saat ini telah ditutup, namun Riza mengatakan bahwa Holywings bisa kembali beroperasi usai melengkapi seluruh syarat perizinan penjualan minuman keras alias miras. Sebagaimana diketahui, salah satu alasan pencabutan izin usaha Holywings adalah dikarenan melanggar syarat yang telah ditetapkan Pemprov DKI.

Maka dari itu, Riza pun meminta kepada semua resto, kafe, dan bar di Jakarta segera melengkapi semua syarat sesuai ketentuan. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari sanksi yang diberikan Pemprov DKI seperti kepada Holywings.

Di samping pelanggaran syarat, Holywings juga banyak dikecam publik setelah memberikan promo minuman beralkohol bagi pemilik nama "Muhammad" dan "Maria". Hal ini dinilai sebagai tindakan penistaan agama.

Atas kontroversi itu, General Manager Holywings Yuli Setiawan pun mengungkapkan bahwa bisnis mereka tumbang usai hampir semua outlet di Indonesia ditutup. Ia mengungkapkan dari total 38 outlet Holywings di seluruh Inodnesia, hanya ada dua yang masih beroperasi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait