Kemlu Beber Topik yang Akan Dibahas Jokowi Saat ke Rusia, Tak Hanya Soal Misi Perdamaian?
presidenri.go.id
Nasional
Jokowi Kunjungi Ukraina dan Rusia

Saat ini Presiden Jokowi diketahui tengah menuju Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy. Setelah itu, Jokowi akan bertolak ke Rusia dan bertemu Presiden Vladimir Putin.

WowKeren - Presiden Indonesia Joko Widodo saat ini tengah dalam kegiatan kunjungan kerja ke Eropa. Sebelumnya, Jokowi telah menghadiri KTT G7 di Jerman. Kini Jokowi diketahui dalam perjalanan menuju Ukraina.

Seperti yang diketahui, Jokowi juga akan bertolak ke Ukraina dan Rusia, serta membawa misi perdamaian bagi kedua negara yang tengah berkonflik itu. Terkait dengan kunjungan Jokowi ke Rusia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa mengkonfirmasi topik lain yang akan dibahas.

Termasuk juga dengan rencana pembelian minyak Rusia oleh Pertamina, yang sebelumnya telah diupayakan oleh pemerintah. Ketika disinggung soal kesepakatan kerja sama minyak, Faizasyah mengaku belum menerima informasi lebih lanjut.

"Nanti kita tunggu briefing hasil pertemuan sesudahnya," ujar Faizasyah kepada Tempo, Rabu (29/6).


Faizasyah menilai bahwa kunjungan Jokowi ke Moskow itu akan fokus pada isu konflik dengan Ukraina. Meski begitu, perbincangan antarkepala pemerintahan dinamis dan terkadang bisa mencakup banyak hal di luar yang sudah diidentifikasikan di awal.

Lebih lanjut, Faizasyah menerangkan selama kunjungan ke Eropa beberapa hari ini, Jokowi telah menghadiri KTT G7 pada 26 sampai 28 Juni 2022. Kemudian sebelum bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Jokowi terlebih dahulu akan mengunjungi Ukraina dan bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Kamis (30/6).

Sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi telah menyampaikan bahwa kunjungan Jokowi menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Di samping itu, Jokowi juga telah berupaya memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah pangan.

Selain itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya juga mengatakan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada 28 Maret lalu, bahwa perseroan tengah menyiapkan proses pembelian secara business to business. Ia menuturkan Pertamina melihat adanya peluang di tengah konflik geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

Nicke menilai dalam situasi konflik seperti sekarang ini, Rusia berpotensi menjual minyak mentah dengan harga lebih murah. Pasalnya, negara tersebut mendapat banyak sanksi perdagangan dari negara Barat. Akan tetapi pembelian masih menunggu pembenahan atau revamping kilang selesai.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts