20 Orang Ditemukan Tewas di Gurun Libya
Dunia

Kepala ambulans Kufra Ibrahim Belhasan mengatakan pada hari Rabu (29/6) bahwa orang-orang itu telah tewas dua minggu sebelumnya dan menduga sopirnya tersesat.

WowKeren - Sedikitnya 20 orang ditemukan meninggal di Gurun Libya. Kelompok penyelamat menduga jika kelompok itu meninggal karena kehausan.

Penemuan mayat terjadi ketika seorang sopir truk melakukan perjalanan melewati padang pasir pada Selasa (28/6). Mayat-mayat itu ditemukan sekitar 320 kilometer barat daya Kufra dan 120 kilometer dari perbatasan dengan Chad.

Kepala ambulans Kufra Ibrahim Belhasan mengatakan pada hari Rabu (29/6) bahwa orang-orang itu telah tewas dua minggu sebelumnya. Dia menuturkan bahwa panggilan terakhir dari mereka terjadi pada 13 Juni. Menurutnya, sopir yang membawa mereka tersesat.

"Sopirnya tersesat," ujarnya melansir Al Jazeera. "Dan kami yakin kelompok itu tewas di gurun sekitar 14 hari yang lalu sejak panggilan terakhir melalui telepon seluler pada 13 Juni."


Suhu di wilayah tersebut memang sangat panas. Secara teratur, wilayah yang jarang penduduk itu mencatat suhu di musim panas yang mencapai di atas 40 derajat Celcius. Layanan ambulans menerbitkan video di Facebook yang menunjukkan mayat membusuk di pasir gurun dekat truk pick-up.

Belahsan menambahkan jika dua di antara mayat-mayat tersebut adalah warga Libya. Sedangkan lainnya diyakini sebagai migran dari Chad yang menyeberang ke Libya.

Sebagaimana diketahui, Libya telah menjadi titik transit dominan bagi orang-orang yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Afrika dan sebagian Timur Tengah. Itu terjadi sejak pemberontakan yang didukung NATO 2011 yang menggulingkan dan membunuh pemimpin lama Muammar Gaddafi.

Orang-orang tersebut berharap untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Eropa, bahkan meski harus melalui rute yang berbahaya, dengan melintasi gurun. Tak sedikit yang meninggal dalam perjalanan, termasuk di Gurun Sahara yang memiliki kondisi sangat keras.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi, tahun lalu setidaknya 1.500 pengungsi telah tenggelam dalam berbagai kecelakaan kapal dan kapal karam di rute Mediterania Tengah.

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts