Prof Didik Puji Nyali Jokowi Bawa Misi Perdamaian ke Ukraina-Rusia: Peran Strategis Bagi Dunia
Nasional
Jokowi Kunjungi Ukraina dan Rusia

Presiden Jokowi saat ini tengah menjalankan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia. Sikap Jokowi ini lantas mendapat apresiasi besar dari sejumlah pihak, salah satunya Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini.

WowKeren - Presiden Indonesia Joko Widodo saat ini tengah menjalankan misi perdamaian dengan mengunjungi Ukraina dan Rusia. Hal ini pun menuai banyak pujian dan apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini.

Didik menilai bahwa perang di zaman super modern seperti sekarang ini merupakan hal yang sangat tidak populer dan membahayakan seluruh umat manusia di bumi. Ia bahkan mengatakan perang merupakan sebuah kebodohan kolektif lantaran jika seluruh persenjataan sangat super modern dikeluarkan, maka bukan hanya negara yang berperang yang terdampak, tetapi juga seluruh isi bumi terancam bahkan hancur.

"Bom nuklir lebih setengah abad yang lalu, pada tahun 1945 sudah mampu membumihanguskan dua kota Jepang," ujar Didik dalam keterangan yang diterima WowKeren, Kamis (30/6). "Apalagi teknologi persenjataan modern sekarang, pasti lebih dahsyat daya hancurnya dibandingkan tujuh dekade lalu."


Maka dari itu, misi perdamaian yang dilakukan oleh Jokowi ke Ukraina dan Rusia itu dinilai sebagai harapan dan langkah awal agar bumi lebih damai dan jauh dari perang. "Upaya perdamaian ini patut diacungi jempol dan tidak boleh berhenti melainkan nanti dilanjutkan oleh menteri di bawahnya," lanjut Didik.

Di sisi lain, Didik menyebut setelah hampir 8 tahun Jokowi enggan datang ke forum-forum internasional, dengan misi perdamaiannya ke Ukraina dan Rusia itu dinilai sebagai saat yang tepat untuk memerankan politik bebas aktif, seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal ini juga dinilai membuat citra dan kesan bahwa Jokowi "inward looking" mulai pupus karena sering tidak hadir dalam pertemuan-pertemuan internasional.

"Namun sekali berperan dalam misi perdamaian ini, maka sekarang sudah memainkan peran yang strategis bagi dunia. Peranan ini juga sangat penting bagi Indonesia karena ini merupakan amanat UUD 1945," jelas Didik.

Didik bahkan menyebut langkah Jokowi itu sebagai permulaan yang sangat baik dan cukup mengejutkan. Pasalnya, langkah yang diambil Jokowi itu memiliki risiko berbahaya yang tidak kecil, apalagi berangkat bersama Ibu Negara Iriana Jokowi.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts