RUU KIA Disepakati Sebagai Inisiatif DPR, Puan Janji Bakal Buka Ruang Bagi Publik
Nasional
RUU KIA

RUU KIA belakangan menjadi sorotan publik, pasalnya, salah satu poinnya menginisiasi hak cuti bagi ibu pekerja yang melahirkan. Dalam aturan tersebut memberi cuti selama enam bulan bagi ibu yang melahirkan.

WowKeren - Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya telah menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) segera disahkan sebagai RUU inisiatif DPR. Kini, melalui Rapat Paripurna pada Kamis (30/6), RUU KIA telah ditetapkan sebagai RUU Inisiatif DPR.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa sembilan fraksi di DPR telah menyampaikan pendapat mereka masing-masing terhadap RUU KIA. Kemudian ia pun menanyakan persetujuan Dewan untuk pengesahan RUU KIA menjadi inisiatif DPR untuk selanjutnya dibahas dalam tahap berikutnya.

Di sisi lain, Puan mengatakan bahwa nantinya RUU KIA akan dibahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang ada. Ia bahkan menjanjikan bahwa DPR akan membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak terkait dalam merumuskan RUU KIA.

"Membuka ruang sebanyak-banyaknya untuk bisa mendapat masukan dari seluruh elemen masyarakat, apakah itu pengusaha, apakah itu kemudian pekerja non formal dan lain-lain sebagainya," jelas Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (30/6).


Sementara itu, dalam keterangan tertulis, Puan menyampaikan bahwa keberadaan RUU KIA akan menjadi pedoman negara dalam memastikan anak dan generasi penerus bangsa memiliki tumbuh kembang yang baik agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Sebagaimana diketahui, dalam salah satu poin yang didorong oleh DPR dan mendapat respons publik cukup ramai adalah terkait dengan hak cuti melahirkan bagi ibu pekerja selama enam bulan. Tidak hanya itu, DPR juga menginisiasi hak cuti untuk suami selama 40 hari guna mendampingi istrinya yang baru melahirkan.

Kemudian ada juga aturan mengenai penyediaan fasilitas tempat penitipan anak (daycare) di fasilitas umum dan tempat bekerja. Di samping itu, RUU KIA pun disebut menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Sebagai informasi, hingga saat ini, masalah stunting pada anak di Indonesia menjadi masalah serius yang kini jadi fokus penanganan pemerintah. Salah satunya di Depok, yang mana sebanyak 3.693 atau 3,43 persen balita mengalami stunting.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts