Hong Kong Kerahkan Keamanan Besar-besaran Jelang Pelantikan Pemimpin Baru oleh Xi Jinping
Dunia

Sejumlah analis menilai kunjungan Jinping dilakukan sebagai tur kemenangan setelah Beijing memperketat kendalinya atas Hong Kong dengan undang-undang keamanan nasional yang luas.

WowKeren - Presiden Tiongkok Xi Jinping tengah bersiap untuk mengambil sumpah pemimpin baru Hong Kong pada hari ini, Jumat (1/7). Pihak berwenang pun mengerahkan pasukan keamanan besar-besaran di sekitar wilayah itu.

Jinping juga akan menghadiri perayaan untuk menandai peringatan 25 tahun penyerahan bekas jajahan Inggris itu ke Beijing. Untuk merayakan momen ini, jalanan utama dipenuhi dengan lentera merah dan poster yang menyatakan 'era baru' stabilitas.

Lentera juga dipasang di jalan setapak dekat dengan pusat konvensi tepi pelabuhan tempat gubernur kolonial terakhir, Chris Patten, menyerahkan Hong Kong kembali ke Tiongkok pada upacara yang diguyur hujan pada tahun 1997 dengan berlinang air mata.


Sejumlah analis menilai kunjungan Jinping dilakukan sebagai tur kemenangan setelah Beijing memperketat kendalinya atas Hong Kong dengan undang-undang keamanan nasional yang luas, ketika pada tahun 2019 lalu pecah protes pro-demokrasi. Jinping telah tiba pada Kamis sore.

John Lee yang merupakan mantan kepala keamanan Hong Kong akan menjadi pemimpin yang baru menggantikan Carrie Lam. Dia pernah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat atas perannya dalam menerapkan undang-undang keamanan nasional yang baru. Lee akan mengambil alih Hong Kong saat pusat keuangan global itu menghadapi eksodus di tengah pandemi COVID-19 yang paling ketat di dunia.

Adapun perjalanan Jinping ke Hong Kong adalah yang pertama sejak 2017, ketika dia mengambil sumpah pemimpin wanita pertama kota itu, Lam. Di bawah masa pemerintahannya, Hong Kong mengalami beberapa masa paling kacau yang ditandai dengan protes anti-pemerintah pada 2019 dan COVID-19.

Tiongkok menerima pengembalian Hong Kong dari Inggris pada 1 Juli 1997, di bawah formula 'satu negara, dua sistem', yang menjamin otonomi luas dan independensi peradilan yang tidak terlihat di Tiongkok daratan. Sedangkan kritik terhadap pemerintah, termasuk yang datang dari negara Barat menuduh pihak berwenang menginjak-injak kebebasan itu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait