Ditinggal ke Taman Hiburan, Balita 2 Tahun di Jepang Tewas Akibat Heatstroke Usai 11 Jam Sendirian
Pixabay/fujikama
Dunia

Seorang gadis berusia 2 tahun di Jepang ditemukan meninggal sendirian akibat heatstroke usai 11 jam ditinggal nenek dan kakeknya pergi ke taman hiburan. Balita itu diketahui dalam pengasuhan nenek dan kakeknya.

WowKeren - Seorang gadis berusia 2 tahun ditinggalkan sendirian sepanjang hari di playpen di sebuah apartemen di Prefektur Osaka di tengah gelombang panas nasional saat keluarganya pergi ke taman hiburan. Balita itu pun akhirnya meninggal dunia akibat heatstroke setelah 11 jam ditinggal sendirian. meninggal karena sengatan panas saat keluarganya pergi ke taman hiburan.

Polisi Prefektur Osaka menangkap Mayumi Ono (46) bersama dengan suaminya, Takanori Momoda (50) pada Kamis (30 /6). Keduanya dituduh mengabaikan cucunya Yuha Ono selama 11 jam di apartemen mereka di Tondabayashi, Prefektur Osaka.

Gadis itu meninggal pada 29 Juni, dan polisi mengumumkan pada malam 30 Juni bahwa penyebab kematiannya adalah sengatan panas atau heatstroke. Suhu di kota pada 14:50 pada 29 Juni adalah 34,5 derajat, menurut otoritas kebakaran kota.

Menurut polisi, Ono, yang menganggur, dan Momoda seorang wiraswasta, meninggalkan rumah mereka sekitar pukul 5 pagi. Mereka meninggalkan Yuha di sebuah playpen di ruang tamu rumah yang berada di lantai tiga sebuah perumahan apartemen. kompleks.

Yuha dibiarkan tanpa pengawasan sampai sekitar jam 4 sore hari itu. Keduanya mengakui tuduhan itu, menurut polisi. Ono dan Momoda mengadopsi Yuha dari orang tuanya dan membesarkannya, kata polisi.


Menurut sumber, keduanya mengatakan kepada polisi, "Kami pergi bermain di Universal Studios Japan," sebuah taman hiburan populer di kota Osaka.

"Kami telah keluar dan meninggalkan (Yuha) tanpa pengawasan pada beberapa kesempatan. Kami telah mengalami banyak tekanan karena mengasuh anak," kata Momoda kepada penyelidik.

Berdasarkan otopsi, Yuha tampaknya telah meninggal sekitar tengah hari pada tanggal 29 Juni, menurut polisi. Lebih dari setengah hari telah berlalu sejak dia makan terakhir, kata polisi.

Polisi mengatakan Yuha dinyatakan tidak terluka. Gadis itu ditemukan di apartemen empat kamar tidur di kamar berukuran delapan tikar tatami, yang memiliki AC dan kipas angin.

Saat polisi tiba di tempat kejadian dan memeriksa AC, suhu diatur pada 28 derajat. Boks itu berukuran panjang 90 sentimeter, lebar 120 cm, dan tinggi 88 cm. Berdasarkan strukturnya, polisi yakin sulit bagi anak berusia 2 tahun untuk keluar dari situ.

Tidak ada makanan atau minuman di dalam playpen, kata polisi, dan tidak ada makanan padat yang ditemukan di perutnya. Polisi menduga pasangan itu sering mengabaikan anak itu.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts