Australia Musnahkan Jutaan Lebah untuk Selamatkan Industri Madu
pixabay.com/Ilustrasi/hansbenn
Dunia

Tungau seukuran biji wijen dapat menyebar dari lebah ke lebah dan juga melalui peralatan peternakan lebah. Jika tidak diobati, tungau dapat membunuh seluruh koloni lebah madu.

WowKeren - Wabah yang disebabkan oleh parasit mematikan yang menyerang lebah kian mengkhawatirkan di Australia. Sejak pekan lalu, pemusnahan serangga penghasil madu itu terus dilakukan.

Lebah-lebah dibakar dengan menuangkan bensin ke sarang mereka dan membakarnya. Pekerjaan ini dilakukan di Australia timur yang menjadi upaya pemerintah untuk melindungi industri madu di wilayah itu yang bernilai jutaan dolar.

Langkah pemusnahan jutaan lebah dilakukan untuk menekan penyebaran tungau varroa yang mematikan. Wabah ini muncul sejak pekan lalu di dekat Pelabuhan Newcastle. Satendra Kumar, kepala petugas perlindungan tanaman di negara bagian New South Wales mengatakan jika selama ini Australia merupakan satu-satunya negara penghasil madu utama yang bebas tungau varroa.


Jika tungau varroa berkembang biak di Australia, itu dapat merugikan industri madu negara yang bernilai lebih dari 70 juta dolar AS per tahun, selain dampaknya pada tanaman yang mengandalkan penyerbukan lebah. Tungau yang berwarna coklat kemerahan dan seukuran biji wijen dapat menyebar dari lebah ke lebah dan juga melalui peralatan peternakan lebah. Pemerintah mengatakan jika tidak diobati, tungau dapat membunuh seluruh koloni lebah madu.

Namun sejauh ini, memang tidak mudah untuk menekan penyebaran tungau. Lembaga pemerintah New South Wales yang bertanggung jawab atas upaya pemberantasan bahkan mengakui jika "secara umum diterima bahwa tidak dapat dihindari bahwa tungau varroa pada akhirnya akan berkembang di Australia".

Danny Le Feuvre, penjabat kepala Dewan Industri Lebah Madu Australia menilai jika salah satu tantangan terbesar untuk menahan penyebaran adalah mencari tahu lokasi sarang mana yang terinfeksi sekaligus memetakan penyebarannya.

Pelabuhan Newcastle dan sarangnya harus berada dalam radius 31 mil, katanya. Sejauh ini, setidaknya 600 sarang lebah, masing-masing berisi sekitar 30.000 lebah, telah dihancurkan di daerah itu, tambahnya. Namun pihak berwenang telah menemukan setidaknya sembilan lokasi lagi dengan infeksi, salah satunya adalah sejauh 235 mil jauhnya, dekat kota Dubbo. "Para peternak lebah sangat gugup saat ini," kata Feuvre.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait