Arab Saudi Sambut 1 Juta Jemaah Haji, Terbanyak Sejak Pandemi COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi/GLady
Dunia
Haji 2022

Sebanyak satu juta orang telah diizinkan untuk melakukan ibadah haji, dengan 850.000 di antaranya berasal dari luar negeri setelah dua tahun jumlahnya dikurangi secara drastis.

WowKeren - Arab Saudi telah kembali membuka pintunya bagi jemaah haji dari seluruh dunia untuk melakukan aktivitas ibadah ke Tanah Suci. Dibukanya kembali pintu untuk beribadah haji tentu menjadi kabar gembira bagi jemaah yang hendak beribadah namun terkendala pandemi COVID-19.

Jalan-jalan di Mekah dipadati oleh jemaah yang memakai pakaian putih dari seluruh dunia ketika kota paling suci Islam bersiap untuk menjadi tuan rumah ziarah haji terbesar sejak pandemi coronavirus. Spanduk penyambutan pun menghiasi alun-alun dan gang dengan pasukan keamanan bersenjata berpatroli di kota kuno tempat kelahiran Nabi Muhammad.

Seorang jemaah dari Sudan Abdel Qader Khede mengatakan kepada AFP bahwa berada di sana benar-benar suatu kegembiraan. "Saya hampir tidak percaya saya ada di sini. Saya menikmati setiap momen," ujarnya.


Tahun ini, sebanyak satu juta orang telah diizinkan untuk melakukan ibadah haji, dengan 850.000 di antaranya berasal dari luar negeri. Itu terjadi setelah dua tahun jumlahnya dikurangi secara drastis karena pandemi.

Pihak berwenang mengatakan pada Minggu (3/7) bahwa setidaknya 650.000 jemaah dari luar negeri sudah tiba. Pada tahun 2019, sebanyak 2,5 juta orang melakukan ritual tersebut, yang meliputi mengitari Ka'bah, berkumpul di Gunung Arafat dan melempari setan di Mina.

Lalu pada tahun berikutnya, orang asing dilarang dan jamaah dibatasi hanya 10.000, meningkat menjadi 60.000 warga dan penduduk Saudi yang divaksinasi penuh pada tahun 2021, untuk menghentikan ibadah haji agar tidak berubah menjadi global super spreader. Kini, satu juta peziarah yang divaksinasi di bawah usia 65 tahun akan menghadiri haji di bawah kondisi sanitasi yang ketat.

Masjidil Haram, situs paling suci dalam Islam, akan didesinfeksi 10 kali sehari. Sementara itu menurut jumlah resmi, ritual tersebut telah menjadi saksi bencana, termasuk penyerbuan tahun 2015 yang menewaskan hingga 2.300 orang dan serangan 1979 oleh ratusan pria bersenjata yang menewaskan 153 orang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts