6 Orang Tewas Sementara 36 Lebih Terluka, Tersangka Penembakan Parade 4 Juli Berhasil Ditangkap
Pexel/Maurício Mascaro
Dunia

Amerika Serikat sekali lagi menghadapi serangan teror penembakan mengerikan, kali ini di acara Parade Kemerdekaan 4 Juli kemarin. Kini, polisi disebut telah menangkap tersangka penembakan tersebut.

WowKeren - Parade perayaan Hari Kemerdekaan Amerika pada Senin (4/7) kemarin berujung kesedihan dan ketakutan. Teror penembakan kembali terjadi hingga menewaskan 6 orang dan melukai setidaknya 36 orang lainnya. Seorang pria dengan senapan berkekuatan tinggi melepaskan tembakan dari atap pada parade Empat Juli di pinggiran Chicago Highland Park.

Melansir Malaymail,com, menurut stasiun televisi NBC lokal, polisi berhasil menangkap seseorang yang terkait dengan penembakan tersebut pada Selasa (5/7). Polisi sebelumnya telah mengidentifikasi seseorang yang berkepentingan dalam penembakan itu, Robert E Crimo III, 22 tahun, yang berasal dari daerah tersebut, mengendarai mobil Honda Fit 2010 perak.

"Dia dianggap bersenjata dan berbahaya," kata juru bicara departemen, sheriff Christopher Covelli kepada wartawan. Covelli juga memperingatkan bahwa orang tidak boleh mendekatinya jika mereka melihatnya.

Lebih dari 36 orang terluka, kebanyakan dengan luka tembak, kata Jim Anthony, juru bicara Sistem Kesehatan Universitas NorthShore. Ke-26 korban yang dibawa ke rumah sakit Highland Park berusia antara 8 hingga 85 tahun, kata Brigham Temple, seorang dokter ruang gawat darurat.


Presiden Joe Biden juga menyampaikan kemarahannya atas peristiwa penembakan tersebut. Biden mengatakan, dia dan istrinya Jill “terkejut dengan kekerasan senjata yang tidak masuk akal yang sekali lagi membawa kesedihan bagi komunitas Amerika pada Hari Kemerdekaan ini.”

Sementara itu, Amarani Garcia, yang berada di parade bersama putrinya yang masih kecil, ikut menceritakan pengalaman traumatis tersebut. Kepada afiliasi ABC setempat, Garcia mengaku mendengar suara tembakan, kemudian jeda untuk apa yang dia duga sedang memuat, dan kemudian lebih banyak tembakan.

"(Ada) orang-orang berteriak dan berlari. Itu benar-benar membuat trauma. Saya sangat ketakutan. Saya bersembunyi dengan putri saya sebenarnya di sebuah toko kecil. Itu hanya membuatku merasa kita tidak aman lagi," ungkap Garcia.

Video di media sosial menunjukkan marching band tiba-tiba memecah formasi dan melarikan diri. Serta gambar lain dari orang-orang yang meninggalkan barang-barang mereka saat mereka mencari keselamatan.

“Semua orang berlari, bersembunyi, dan berteriak,” pungkas Produser Digital CBS 2 Elyssa Kaufman, yang berada di tempat kejadian.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts