Pasca insiden penembakan tersebut, Abe langsung diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter. Abe dilaporkan sudah tak menunjukkan tanda-tanda vital saat tiba di rumah sakit pada pukul 12.20.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 09 Juli 2022 - 14:25 WIB
WowKeren - Jenazah mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah tiba di Tokyo pada Sabtu (9/7). Mobil jenazah yang membawa Abe meninggalkan rumah sakit di Kashihara tempatnya mendapat perawatan usai ditembak dalam pidato kampanye di kota barat Nara.
Mobil jenazah tersebut tampak sudah tiba di kediaman Abe di pinggiran Tokyo, Shibuya. Istri Abe, Akie, diketahui turut kembali ke Tokyo bersama mobil jenazah tersebut.
Sebagai informasi, Abe ditembak pada Jumat (8/7) sekitar pukul 11.29. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama, pukul 17.03.
Pihak Nara Medical University Hospital mengatakan bahwa Abe ditembak di bagian leher dan dada bagian atas. Pasca insiden penembakan tersebut, Abe langsung diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter. Abe dilaporkan sudah tak menunjukkan tanda-tanda vital saat tiba di rumah sakit pada pukul 12.20.
Sementara itu, Hidetada Fukushima selaku dokter yang merawat Abe mengungkapkan bahwa luka tembak berada di bagian depan tubuh. Jantung Abe disebut ditembus peluru yang menyebabkan kerusakan serius. Namun tidak diketahui bagaimana hal tersebut bisa terjadi karena dokter tak bisa menemukan sisa peluru di dalam tubuh Abe.
Tim yang terdiri dari sekitar 20 dokter merawat Abe dan melakukan operasi jantung terbuka untuk menemukan lokasi pendarahan. Dokter mampu menghentikan pendarahan di pembuluh darah besar, tetapi Abe kehilangan darah terlalu banyak dan tidak pernah sadar. Dokter berusaha menghentikan pendarahan dan memberikan 100 unit transfusi darah, tetapi mereka tidak dapat menyelamatkannya.
Di sisi lain, kasus penembakan Abe tak menghentikan para politisi untuk bersiap melanjutkan kampanye pemilihan majelis tinggi hari Minggu (9/7). Partai Demokrat Liberal (LDP) yang pernah dipimpin Abe serta partai-partai lain mengatakan mereka akan melanjutkan kampanye pada hari Sabtu menjelang pemungutan suara hari Minggu. Politisi mengatakan mereka bertekad untuk menunjukkan pembunuhan itu tidak bisa menghentikan demokrasi.
Para warga berdatangan ke Kota Nara pada Sabtu hari ini untuk mengingat mantan pemimpin mereka. Mereka melangkah maju untuk meletakkan bunga, sport drink, irisan semangka yang dibungkus plastik, dan tas permen di tempat kejadian. Mereka membungkuk dan menggenggam tangan untuk berdoa, beberapa meneteskan air mata dan menundukkan kepala lagi saat mereka berbalik.
"Saya hanya tidak bisa duduk dan tidak melakukan apa-apa. Saya harus datang," kata warga Nara bernama Sachie Nagafuji yang mengunjungi tempat kejadian bersama putranya.
(wk/Bert)