Kecelakaan maut yang melibatkan seorang pesepeda dengan bus TransJakarta itu terjadi pada Minggu (10/7) kemarin. Pihak TransJakarta pun memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 11 Juli 2022 - 13:53 WIB
WowKeren - Pada Minggu (10/7) kemarin, sebuah kecelakaan maut menimpa seorang pesepeda, di mana dinyatakan meninggal setelah tersenggol bus TransJakarta di Jl Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Atas kecelakaan ini, pihak TransJakarta pun membeberkan kronologi kejadian.
Anang Rizkani Noor selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta mengatakan bahwa pada saat itu bus baru saja berjalan, setelah berhenti di bus setop Masjid Attaqwa arah Pasar Minggu. Menurut Anang, pada saat itu, bus melaju dengan kecepatan rendah.
Akan tetapi, dalam kondisi bus TransJakarta yang berjalan secara pelan, kata Anang, dari sisi kanan ada seorang pesepeda yang mencoba untuk mendahului laju bus. Menurutnya, pramudi bus TransJakarta juga sudah membunyikan klakson guna memperingatkan pesepeda itu sebelum akhirnya terjadi kecelakaan maut.
"Pramudi sudah membunyikan klakson untuk memberi peringatan, diduga kurang memperhitungkan kecepatan dan adanya polisi tidur, pesepeda hilang keseimbangan, sehingga kejadian ini (kecelakaan maut) tidak terelakkan," ujar Anang dalam siaran pers kepada wartawan, Senin (11/7).
Atas kecelakaan maut tersebut, pihak TransJakarta pun turut berbelasungkawa. Sebagai informasi, kecelakaan yang melibatkan seorang pesepeda dengan bus TransJakarta bernopol B-7606-TGD yang pada saat itu dikemudikan oleh seorang sopir berinisial N dan pesepeda AS terjadi pada Minggu (10/7), sekitar pukul 14.00 WIB.
Pada mulanya, AS diketahui tengah menggowes sepedanya dari arah utara menuju selatan di Jl Pasar Minggu. Kemudian, sesampainya di TKP, pesepeda berusaha untuk menyalip TransJakarta.
Di saat yang bersamaan, pengemudi bus TransJakarta baru menjalankan bus dari pemberhentian, sehingga menyerempet body depan sebelah kanan bus TransJakarta. Kemudian, korban terjatuh ke kanan dan kepalanya langsung membentur aspal.
Korban kemudian dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah lalu dikirim ke RSCM Jakarta Pusat guna dilakukan visum. Saat ini, pihak kepolisian sendiri diketahui masih menyelidiki kasus kecelakaan maut tersebut.
(wk/tiar)