Di salah satu sekolah Tokyo, kenaikan harga pangan memaksa pihak sekolah untuk menyesuaikan menunya. Ahli gizi harus memutar otak untuk mencari alternatif makanan.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 11 Juli 2022 - 19:04 WIB
WowKeren - Kenaikan harga pangan tengah menjadi persoalan di sejumlah belahan dunia saat ini. Tak terkecuali di Jepang.
Di salah satu sekolah Tokyo, kenaikan harga pangan memaksa pihak sekolah untuk menyesuaikan menunya. Kazumi Sato, selaku ahli gizi di sebuah sekolah menengah di Tokyo timur memahami adanya kenaikan harga pangan ini.
Pihak berwenang setempat enggan menyerahkan beban makan siang sekolah yang lebih mahal kepada keluarga siswa, mengingat kesulitan ekonomi yang mereka hadapi. Kenaikan harga membuat Sato harus menyesuaikan resep makan siang siswa. Misalnya dengan mengganti buah-buahan segar dengan agar-agar atau sepotong kue.
"Saya mencoba memasukkan buah-buahan musiman sekali atau dua kali sebulan, tetapi sulit untuk sering melakukannya," katanya kepada Reuters. "Saya tidak ingin mengecewakan anak-anak dengan apa yang mungkin mereka rasakan sebagai makanan yang menyedihkan."
Di Jepang, harga buah-buahan cukup mahal. Sato memanfaatkan tauge sebagai alternatif yang lebih murah. Namun dia khawatir itu tidak akan bertahan lama jika harga terus naik.
Inflasi telah menjadi isu politik yang menjadi perhatian di Jepang. Banyak keluarga merasakan tekanan itu. Bagi sekolah, melonjaknya harga makanan turut mempengaruhi sumber makanan penting bagi keluarga Jepang yang berpenghasilan rendah.
Pemerintah nasional pada April lalu mengatakan jika mereka akan menyediakan dana untuk membantu sekolah menyerap sebagian dari kenaikan biaya makan. Untuk tidak semakin membebani keluarga, pemerintah Adachi berencana untuk menggunakan itu, dan anggaran ekstranya sendiri.
Bagi Sato, kekhawatiran lainnya berpusat pada kemungkinan naiknya harga energi dan pangan lebih lanjut. Terutama ketika akhir tahun ajaran saat dana yang dialokasikan sudah mulai habis.
"Musim hujan berakhir awal tahun ini, jadi mungkin ada dampak besar pada sayuran," katanya. "Saya khawatir tentang seperti apa harga di musim gugur dan seterusnya."
Untuk sekolah umum, pemerintah telah memberlakukan persyaratan gizi yang ketat. Di Adachi, makan siang di sekolah menengah umum harganya 334 yen (Rp36.000), yang mana 303 (Rp33.000) yen ditanggung oleh keluarga.
(wk/zodi)