Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa disebut telah melarikan diri di tengah krisis ekonomi yang berlangsung. Hal ini lantas memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya kelompok antipemerintah.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 13 Juli 2022 - 14:05 WIB
WowKeren - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa sebelumnya dilaporkan telah terbang meninggalkan negaranya di tengah krisis yang melanda ke Maladewa. Hal ini lantas disebut sebagai tindakan melarikan diri atau kabur lantaran Rajapaksa meninggalkan negaranya tanpa melakukan pengunduran diri terlebih dahulu.
"Berdasarkan ketentuan konstitusi dan atas permintaan pemerintah, angkatan udara Sri Lanka hari ini menyediakan pesawat untuk menerbangkan presiden, istri dan dua pejabat keamanan ke Maladewa," bunyi sebuah pernyataan, dilihat melalui The Guardian, Rabu (13/7).
Di samping itu, pengunjuk rasa antipemerintah diketahui memberi Rajapaksa waktu sampai pada pukul 1 waktu setempat, untuk mengundurkan diri. Apabila hal ini tidak dilakukan Rajapaksa, maka massa mengancam akan melakukan aksi dan menimbulkan kerusuhan.
Sebagaimana diketahui, pelarian Rajapaksa ke Maladewa itu mengikuti 24 jam dramatis yang membuatnya gagal mencoba berbagai cara untuk meninggalkan Sri Lanka. Rajapaksa sempat dilarang naik penerbangan komersial ke Dubai pada Senin (11/7) malam, setelah staf bandara menolak untuk mencap paspornya di area VIP bandara.
Kemudian India pun juga menolak memberikan izin kepada bandara militer yang membawa Rajapaksa untuk mendarat di tanahnya. Di sisi lain, disebutkan ada urgensi yang jelas di pihaknya untuk meninggalkan negara itu sebelum 13 Juli, yang mana merupakan batas waktu untuk pengunduran dirinya.
Saat Rajapaksa masih menjadi Presiden Sri Lanka, disebutkan bahwa dirinya menikmati fasilitas kekebalan dari penangkapan. Pada saat itu, banyak pengunjuk rasa, aktivis dan pengacara yang meminta agar Rajapaksa diadili bersama dengan berbagai anggota keluarga atas dugaan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia dalam dua dekade mereka memegang kekuasaan di Sri Lanka.
Sementara itu, adik Rajapaksa yakni Basil Rajapaksa yang menjabat sebagai Menteri Keuangan, juga dilarang naik pesawat ke Dubai dalam perjalanan ke AS di mana ia adalah warga negara ganda. Selain itu, Basil juga dilaporkan telah meninggalkan Sri Lanka pada Selasa (12/7) malam.
Sebelumnya, selama berbulan-bulan, Gotabaya Rajapaksa telah didesak untuk mundur dari jabatannya lantaran semakin membuat Sri Lanka terjebak dalam krisis keuangan.
Tidak hanya itu, Rajapaksa dan lima anggota keluarga yang memegang jabatan senior pemerintah juga dituduh melakukan korupsi yang meluas dan salah urus ekonomi yang membuat negara itu tanpa mata uang asing untuk mengimpor makanan, bahan bakar dan obat-obatan, dan mendorong inflasi ke tingkat rekor.
(wk/tiar)