Vaksinasi Booster Jadi Syarat Naik Kereta Api Bikin Sejumlah Penumpang Menyesal, Kenapa?
Nasional
Booster COVID-19

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 tentang Syarat Perjalanan di Masa Pandemi COVID-19, para penumpang kereta api jarak jauh wajib sudah menerima dosis booster.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 dosis ketiga alias booster kini menjadi syarat perjalanan dalam negeri. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 tentang Syarat Perjalanan di Masa Pandemi COVID-19, para penumpang kereta api jarak jauh wajib sudah menerima dosis booster.

Jika belum menerima dosis booster, maka penumpang harus melakukan tes antigen terlebih dahulu. Aturan baru ini menuai respons beragam dari para penumpang kereta api. Ada yang menyesal karena mereka belum menerima dosis booster dan wajib mengikuti tes antigen dengan biaya tambahan.

"Ada nyeselnya (bayar antigen) kurang praktis. Apalagi kalau waktunya mendadak, saya lebih senang yang langsung," ungkap seorang penumpang bernama Dea Novitasari kepada detikcom di Stasiun Pasar Senen, Minggu (17/7).

Dea naik kereta api dari Stasiun Pasar Senen untuk pergi ke Kediri, Jawa Timur. Namun karena belum menerima dosis booster, Dea terpaksa harus mengikuti tes antigen.

"Di sini belum lihat gerai vaksin. Pokoknya kalau sudah vaksin kedua, belum booster langsung ke ruang tunggu tes antigen. Di sini belum ada tempat boosternya," paparnya.


Hal senada juga disampaikan oleh penumpang lain bernama Entin dengan tujuan Purwokerto, Jawa Tengah. Entin mengaku belum sempat menerima dosis booster lantaran kondisi badan yang kurang sehat.

"Agak-agak nyesel sih (bayar), karena kemarin-kemarin saya kondisi sakit jadi memang saya enggak vaksin," tuturnya. "Baru ngerasain setelah naik kereta ini, karena kemarin naik mobil jadi aman."

Sementara itu, warga bernama Dedy Sinaga menerima keputusan pemerintah untuk menjadikan dosis booster sebagai syarat perjalanan. Pasalnya, hal itu dinilainya untuk kesehatan bersama. Namun ia mengeluhkan kurangnya gerai vaksinasi booster yang menjadi permasalahan.

"Yang jadi permasalahan fasilitas booster juga masih belum semudah itu kita dapatkan. Gimana masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya, sementara belum terfasilitasi semua jadi harus antigen. Jadi agak sedikit membebankan," tukasnya.

Di sisi lain, penumpang yang naik kereta api lokal dan aglomerasi minimal harus sudah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama. Mereka juga tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes antigen atau tes PCR. Penumpang yang tidak atau belum divaksin karena alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait