Protes Kembali Pecah di Sri Lanka Usai Parlemen Tunjuk Presiden Baru
Instagram/ranil_wickremesinghe
Dunia

Pengunjuk rasa mengatakan akan melanjutkan pemberontakan selama berminggu-minggu setelah parlemen memilih penjabat Wickremesinghe sebagai presiden baru negara itu.

WowKeren - Parlemen Sri Lanka pada Rabu (20/7) telah memilih Ranil Wickremesinghe sebagai presiden yang baru. Diketahui, Gotabaya Rajapaksa, telah mengundurkan diri setelah adanya desakan dari para pengunjuk rasa yang tidak puas dengan bagaimana dia menangani pemerintahan.

Namun rupanya, meski Sri Lanka telah memilih presiden yang baru, hal itu tak serta merta mampu menghentikan aksi unjuk rasa. Protes kembali pecah ketika para pengunjuk rasa anti-pemerintah telah kembali ke jalan-jalan di ibu kota Sri Lanka.

Mereka mengatakan akan melanjutkan pemberontakan selama berminggu-minggu setelah parlemen memilih penjabat Wickremesinghe sebagai presiden baru negara itu. Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di situs GotaGoGama di Kolombo pada hari yang sama.

Para pemimpin protes menegaskan mereka menolak Wickremesinghe yang pernah enam kali menjabat perdana menteri sebagai kepala negara baru. Sebab di mata mereka, Wickremesinghe dianggap ikut bertanggung jawab atas krisis ekonomi dan politik di negara itu.


Pemimpin Federasi Mahasiswa Antar Universitas Wasantha Mudalige mengatakan jika pemilihan Wickremesinghe sama saja bukan memilih orang baru. "Seperti yang Anda ketahui, parlemen memilih presiden baru hari ini, tetapi presiden itu bukan orang baru bagi kami, itu bukan mandat rakyat," tegasnya.

"Kami berhasil mendepak Gotabaya Rajapaksa yang memperoleh 6,9 juta suara, tetapi Ranil Wickremesinghe kini telah mengamankan kursi itu dari kursi belakang," tambah Mudalige. "Ranil bukan presiden kita ... mandat rakyat ada di jalanan."

Di unjuk rasa itu, biksu Buddha, pendeta Katolik, mahasiswa dan seniman menolak untuk mendukung pilihan parlemen. "Ranil Wickremesinghe harus tahu bahwa jutaan orang di jalanan jauh lebih besar dari 134 orang," kata seniman Jagath Manuwarna, merujuk pada 134 anggota parlemen yang memilih Wickremesinghe.

Pengunjuk rasa menganggap Wickremesinghe membuat kesepakatan dengan keluarga Rajapaksa yang berkuasa untuk mengalahkan saingan politiknya. Wickremesinghe ditunjuk pada Mei lalu sebagai perdana menteri oleh Rajapaksa. Kini, setelah Rajapaksa mundur, Wickremesinghe justru menjabat sebagai presiden. Hal ini semakin membuat marah para pengunjuk rasa.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait