Jerman merencanakan reformasi sistem imigrasi untuk membuatnya terlihat lebih menarik bagi pekerja terampil yang saat ini condong ke negara-negara kaya lainnya.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 21 Juli 2022 - 09:44 WIB
WowKeren - Jerman tengah mengalami kekurangan tenaga kerja. Kurangnya tenaga kerja disebut-sebut turut berkontribusi pada melonjaknya inflasi di negara itu.
Sebagai tindak lanjut masalah itu, Jerman merencanakan reformasi sistem imigrasi. Para menteri mengatakan itu bertujuan untuk membuat Jerman lebih menarik bagi pekerja terampil yang saat ini condong ke negara-negara kaya lainnya.
Menteri Tenaga Kerja Hubertus Heil dan Kementerian Dalam Negeri Nancy Faeser menulis dalam sebuah artikel untuk surat kabar bisnis Handelsblatt bahwa mereka ingin mengubah Jerman menjadi tujuan imigrasi. "Jika kita ingin menarik orang pintar, kita harus menawarkan mereka lebih dari sekadar proses yang lebih sederhana," tulis mereka.
Jerman mengakui bahwa saat ini mendapat pekerja terampil bukanlah hal yang mudah. Mereka harus bersaing dengan negara-negara maju lainnya seperti Kanada dan Amerika Serikat.
"Kami bersaing dalam mencari tenaga kerja terampil dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia," lanjut mereka. "Kami berbicara tentang pekerjaan yang baik, pekerjaan dengan tawar-menawar upah kolektif."
Jerman, yang merupakan ekonomi terbesar Eropa, masih membutuhkan tenaga kerja terampil bidang ekonomi. Yang mana, masalah itu makin diperburuk dengan populasi yang menua. Lembaga penelitian ekonomi Ifo mengatakan pada bulan Juni, hampir 40 persen pengusaha di sektor teknik mengalami kekurangan.
Sementara itu, persaingan untuk tenaga kerja terampil telah meningkat di seluruh dunia. Politisi Jerman berharap perlindungan tenaga kerja dan undang-undang hak asasi manusia kuat yang dimiliki negara itu dapat membantu menarik pekerja asing yang terampil.
Misbah Khan, spesialis kebijakan migrasi mengatakan bahwa Jerman telah berusaha untuk terlihat sebagai negara imigrasi. "Hak sipil kami yang kuat adalah poin plus yang penting," tuturnya.
Kedua menteri tersebut mengatakan mereka ingin melangkah lebih jauh untuk menarik orang-orang dari luar Uni Eropa yang tidak memiliki hak otomatis untuk bekerja di blok tersebut. Di antara perubahan yang dijanjikan adalah langkah yang memungkinkan asosiasi perdagangan industri untuk mengakui kualifikasi asing. Dengan begitu, pelamar tidak perlu melewati proses panjang untuk memeriksa kesetaraan mereka dengan sertifikasi Jerman.
(wk/zodi)