Sunan Kalijaga ikut menyayangkan aksi penjemputan paksa terhadap Nikita Mirzani yang dilakukan di depan anak-anaknya. Kendati begitu, Sunan Kalijaga lantas memberikan kritikan pedas berikut ini!
- Lailatul Maghfiroh
- Jumat, 22 Juli 2022 - 15:46 WIB
WowKeren - Sunan Kalijaga belum lama ini meluangkan waktunya menjenguk Nikita Mirzani bersama dengan Fitri salhuteru. Ia pun turut mengaku menyayangkan aksi penjemputan paksa terhadap Nikita Mirzani.
Pasalnya penjemputan paksa itu dilakukan di tempat umum, terlebih lagi saat Niki sedang bersama anak-anaknya. Ayah Salmafina Khairunnisa ini beranggapan bahwa pihak kepolisian seharusnya bisa melakukan penjemputan terhadap Niki dengan cara yang lebih sopan.
“Harusnya bisa caranya lebih sopan, dipanggil, atau dijemput di rumah dalam keadaan siap. Yang sangat disayangkan, bukan hanya menurut kami, tapi masyarakat dijemput saat lagi bawa jalan anak-anak,” ujar Sunan Kalijaga pada Kamis (21/7) malam.
Sunan Kalijaga juga mengatakan bahwa Niki bukanlah seorang penjahat yang melakukan tindak kriminal. Sehingga menurutnya tindakan penjemputan paksa tersebut terkesan terlalu berlebihan.
“Kami menyayangkan drama ini. Seharusnya tidak terjadi di tempat publik dan di hadapan anak kecil. Jadi karena mengingat Nikita bukan teroris, bukan gembong Narkoba, sehingga harus diperlakukan begitu,” jelasnya.
Namun Sunan Kalijaga tak bisa berbuat banyak hal mengingat penjemputan paksa tersebut sudah menjadi kewenangan pihak kepolisian. "Itu kewenangan polisi. Namun, ada cara-cara yang lebih soft, kasusnya juga bukan kasus keras,” tukasnya.
Seperti diketahui, Nikita Mirzani dijemput paksa Polisi dari Polresta Serang Kota atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan UU ITE yang dilaporkan oleh Dito Mahendra. Penjemputan itu dilakukan saat Niki sedang berada di Mall Senayan City, Jakarta Pusat pada Kamis (31/7).
Penjemputan paksa itu dilakukan lantaran Niki sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan polisi setelah sang artis resmi ditetapkan sebagai tersangka. Niki sendiri sempat meminta dijadwalkan ulang untuk menjalani pemeriksaan namun ia tak kunjung datang hingga di hari yang sudah ditentukan.
(wk/lail)