Komnas HAM Sebut Kasus Brigadir J Kian Temukan Titik Terang, Pastikan Tak Terpengaruh Polisi
https://humas.polri.go.id
Nasional

Komnas HAM sejauh ini telah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Atas temuan dan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Komnas HAM menyebut semakin menemukan titik terang dalam kasus Brigadir J.

WowKeren - Dalam penyelidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memang turut andil. Sebelumnya, pada Senin (25/7), Komnas HAM telah memanggil tim forensik Polri terkait dengan hasil autopsi jenazah Brigadir J yang disebut tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada E.

Kini, Komnas HAM membeberkan hasil pertemuannya dengan tim forensik Polri. Komnas HAM menyebutkan bahwa Polri telah memberikan data komprehensif terkait hasil autopsi Brigadir J, salah satunya adalah foto lengkap keadaan jenazah sebelum autopsi dan dimandikan, serta setelahnya.

Data yang diberikan ke Komnas HAM itu merupakan salah satu data yang krusial. Choirul Anam selaku Komisioner bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM pun mengatakan bahwa bahasa luka pada tubuh Brigadir J itu merupakan bukti awal yang penting untuk mengungkap kasus tersebut.

Anam lantas mengatakan bahwa pihaknya telah sampai pada dugaan yang kian mengerucut terkait waktu kematian dan jenis luka yang menewaskan Brigadir J, termasuk juga kemungkinan sudut-sudut tembakan dan siap bergerak ke ranah lainnya.


Lebih lanjut, Anam menuturkan bahwa Komnas HAM tidak akan lagi mempersoalkan luka, kecuali ada informasi lain dan masih menunggu hasil ekshumasi atau autopsi ulang yang dilakukan keluarga Brigadir J. Terkait dengan hasil pemeriksaan tim forensik Polri, membuat beberapa data temuan Komnas HAM sebelumnya menjadi jelas.

"Yang kami bilang kami menemukan sesuatu yang signifikan itu terkonfirmasi. Terkonfirmasi apa maksudnya? Peristiwanya jadi lebih terang benderang, khususnya soal skema waktu," beber Anam dalam keterangannya, dilihat melalui Kompas.com, Selasa (26/7).

Di sisi lain, Anam memastikan bahwa Komnas HAM tidak akan terpengaruh dengan skenario yang dikembangkan oleh pihak kepolisian terkait kasus penembakan Brigadir J. Sebagaimana diketahui, kasus penembakan Brigadir J saat ini tengah diproses oleh Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

"Kami bilang kami lakukan proses ini dengan skenario Komnas HAM sendiri, kami punya logika sendiri, kami punya jalan sendiri," tegas Anam. "Dan kami diuji barengan, bagaimana prosesnya."

Anam kemudian menegaskan bahwa pihaknya akan menekankan pada bukti-bukti mentah yang diuji secara mandiri dengan sejumlah ahli terkait. Ia pun mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini sudah menggali keterangan dari pihak keluarga dan ahli, kemudian mencocokannya dengan hasil temuan autopsi tim forensik Polri.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait