Usai Nyatakan Cacar Monyet Sebagai Darurat Global, WHO Kini Minta Kurangi Jumlah Pasangan Seksual
AFP
Dunia
Wabah Cacar Monyet

WHO sebelumnya telah menetapkan cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan global. Kini WHO kembali memberi peringatan terkait meluasnya kasus cacar monyet.

WowKeren - Kasus cacar monyet atau monkeypox belakangan ini tampaknya semakin menunjukkan perluasan. Negara yang melaporkan kasus perdana cacar monyet pun juga bertambah.

Menanggapi kasus cacar monyet yang semakin meluas itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menetapkan penyakit tersebut sebagai darurat kesehatan global. Tak lama berselang dari penetapan ini, WHO meminta kelompok yang saat ini paling terpengaruh oleh virus yakni pria yang berhubungan seks dengan pria untuk membatasi pasangan seksual mereka.

Melansir Al Jazeera, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa cara terbaik untuk melindungi terhadap infeksi adalah "mengurangi risiko paparan". Maka dari itu, WHO meminta agar pasangan gay mengurangi jumlah pasangan seksualnya.

"Untuk laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, ini termasuk, untuk saat ini, mengurangi jumlah pasangan seksual Anda, mempertimbangkan kembali hubungan seks dengan pasangan baru, dan bertukar rincian kontak dengan pasangan baru untuk memungkinkan tindak lanjut jika diperlukan," ujar Tedros dilansir dari Al Jazeera, Kamis (28/7).


Sebagai informasi, lonjakan infeksi cacar monyet telah dilaporkan sejak awal Mei lalu, di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah, di mana penyakit itu telah lama mewabah. Tedros mengungkapkan, pada Rabu (27/7), lebih dari 18.000 kasus cacar monyet kini telah dilaporkan ke WHO dari 78 negara, dengan 70 persen kasus dilaporkan di Eropa dan 25 persen di Amerika.

Sementara itu, kata Tedros, lima kematian telah dilaporkan dalam wabah sejak Mei, dan sekitar 10 persen di antaranya berakhir di rumah sakit untuk mengatasi rasa sakit. Di samping itu, sekitar 98 persen kasus cacar monyet terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Sementara berdasarkan studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pekan lalu menemukan bahwa 98 persen orang yang terinfeksi adalah pria gay atau biseksual, dan 95 persen kasus ditularkan melalui aktivitas seksual.

Akan tetapi, para ahli mengatakan penularan penyakit yang menyebabkan ruam yang melepuh, tampaknya terutama terjadi selama kontak fisik yang dekat, dan cacar monyet sejauh ini belum diberi label infeksi menular seksual (IMS).

Meski begitu, para ahli juga telah memperingatkan agar masyarakat tidak berpikir bahwa hanya satu komunitas yang dapat terkena penyakit ini, serta menekankan itu menyebar melalui kontak kulit ke kulit secara teratur, dan juga melalui tetesan atau menyentuh tempat tidur atau handuk yang terkontaminasi di lingkungan rumah tangga.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts