Hasil Panen Eropa Turun Akibat Gelombang Panas, Perburuk Ancaman Krisis Ketahanan Pangan
Pexel/Ksusha Semakina
Dunia

Mulai dari Spanyol hingga Hongaria, produksi bahan pokok seperti jagung diperkirakan turun hingga 9%. Menambah dampak perang Ukraina terhadap krisis ketahanan pangan.

WowKeren - Hasil panen utama di Eropa akan mengalami penurunan tajam tahun ini sebagai dampak dari serangan gelombang panas dan kekeringan. Hal itu sekaligus memperburuk kondisi krisis ketahanan pangan yang kini melanda akibat perang Ukraina-Rusia.

Hasil jagung, bunga matahari dan kacang kedelai diperkirakan oleh Uni Eropa turun sekitar 8% hingga 9% karena cuaca panas di seluruh benua itu. Pasokan minyak goreng dan jagung sudah berada di bawah tekanan, karena Ukraina sebagai produsen utama telah diblokir ekspornya oleh Rusia.

Sebagian besar Eropa telah dilanda kekeringan dan cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Spanyol, Prancis selatan, Italia tengah dan utara, Jerman tengah, Rumania utara, dan Hongaria timur. Hasil sereal turun sekitar 2% secara keseluruhan, dibandingkan dengan rata-rata lima tahun, meskipun beberapa tanaman seperti gula bit dan kentang lebih baik daripada rata-rata.


Menurut edisi bulanan terbaru dari Buletin Mars yang diterbitkan minggu ini oleh Pusat Penelitian Gabungan Uni Eropa, kekeringan dan heat stress di banyak wilayah bertepatan dengan tahap pembungaan untuk tanaman utama. Padahal, kekeringan dan gelombang panas membuat penampungan air di banyak tempat berada pada tingkat yang terlalu rendah untuk memenuhi permintaan irigasi.

Sementara kondisi ketahanan pangan saat ini telah menghadapi tantangan krisis sebagai dampak dari hubungan yang memanas antara Rusia dan Ukraina. Vladimir Putin, presiden Rusia, telah menolak untuk mengizinkan pengiriman biji-bijian dan bahan makanan lainnya dari Ukraina, meskipun kesepakatan rapuh pada beberapa pengiriman telah dicapai yang seharusnya memungkinkan setidaknya beberapa panen Ukraina mencapai pasar dunia.

Perang di Ukraina juga telah menaikkan harga bahan bakar dan pupuk yang merupakan input penting untuk pertanian. Di mana hal itu telah menaikkan harga pangan lebih jauh. Selain karena perang, Ukraina sendiri juga menderita karena cuaca panas dan heat stress. Mencegah pengiriman biji-bijian, jagung, bunga matahari, dan tanaman lain yang sudah dipanen. Kemungkinan akan berdampak parah pada panen mendatang karena petani tidak dapat menanami sawahnya dengan baik.

Harga pangan telah meningkat di seluruh dunia sebagai akibat dari perang Ukraina dan dampak pandemi Covid-19. Menyebabkan orang-orang di banyak negara kehabisan cadangan makanan mereka..

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait