Hampir 10 Tahun Bekerja, Sopir Grab Singapura Ini Mendadak Diberhentikan Secara Permanen
Dunia

Platform digital layanan transportasi seperti Grab sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat saat ini. Namun ada cerita kurang mengenakan yang dialami oleh pengemudi Grab di Singapura.

WowKeren - Belum lama ini, salah seorang pengguna TikTok di Singapura membagikan pengalaman tidak menyenangkan. Pada unggahan video yang diunggah pada 27 Juli 2022 itu, menunjukkan bahwa ayah mereka yang merupakan seorang pengemudi Grab, secara mendadak dilarang dari platform ride-hailing tersebut karena percakapannya dengan seorang penumpang.

Berdasarkan video yang diunggah pengguna TikTok tersebut, ayahnya telah menjadi pengemudi Grab selama hampir 10 tahun, dan bahkan mendapatkan rata-rata peringkat 4,9/5 dari penumpangnya.

Suatu ketika saat dalam perjalanan, ia mendapatkan telepon dari staf Grab yang menanyakan apakah sang sopir mengingat kejadian baru-baru ini, di mana seorang penumpang merasa tidak nyaman selama perjalanan dengannya.

Pengemudi pun merasa bingung lantaran tidak mengingat hal tersebut. "Ketidakbahagiaan apapun yang diungkapkan oleh penumpang manapun", seperti yang dinyatakan dalam video TikTok, dilansir melalui mothership.

Video tersebut menunjukkan bahwa pengemudi tidak mengakses akun Grab-nya dan menerima email yang berisi tentang penonaktifan akun pengemudi secara permanen karena "menampilkan perilaku yang tidak pantas selama salah satu perjalanannya".


"Anda ditemukan terlibat dalam percakapan yang berkaitan dengan topik yang tidak pantas dengan penumpang Anda seperti mengomentari penampilan fisik dan mengajukan pertanyaan yang terlalu pribadi yang tidak terkait dengan pemesanan," bunyi email tersebut, dilansir melalui mothership, Kamis (4/8).

Dalam email tersebut, Grab juga mengatakan bahwa pengemudi bisa mengajukan banding jika tidak yakin dengan permasalahan tersebut. Namun menurut video TikTok yang beredar, banding yang diajukan pengemudi itu "ditolak tanpa alasan".

"Saya tidak bisa memikirkan insiden signifikan yang terjadi selama perjalanan yang relevan. Tidak ada alasan bagi saya untuk membuat percakapan yang menyinggung dengan penumpang selain dari obrolan ringan biasa tentang topik normal," bunyi banding pengemudi. "Tidak ada pertengkaran dengan pengendara ini. Dari sudut pandang saya, tidak ada alasan untuk ada konflik."

Alhasil, pengguna TikTok tersebut mendesak ayah mereka untuk mencari tahu dan bukti melalui rekaman dasbornya untuk bukti suara bahwa dia "tidak mengetahui adanya ketidakbahagiaan" yang diungkapkan oleh penumpang. Namun pengemudi mengklaim bahwa rekaman tersebut sudah disegarkan pada saat Grab menghubunginya tentang insiden tersebut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat dari mothership, pihak Grab sendiri mengatakan telah melakukan penyelidikan atas permasalahan tersebut, termasuk menghubungi mitra pengemudi untuk menjelaskan alasan spesifik pelarangan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa Grab tidak mentolerir segala jenis perilaku tidak pantas yang bertentangan dengan kode etik.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait