Serangan Siber Landa Taiwan Imbas Kunjungan Pelosi, Toserba Hingga Stasiun Kereta Jadi Korban
Dunia

Layar televisi yang ada di belakang kasir toserba 7-11 di Taiwan tiba-tiba menampilkan tulisan, 'Penghasut perang Pelosi, keluar dari Taiwan!' pada Rabu (3/8). Layar di stasiun kereta api juga menjadi korban peretasan.

WowKeren - Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) disambut baik oleh publik dan pejabat pemerintah Taiwan. Namun di sisi lain, kedatangan Pelosi membuat Taiwan dilanda oleh serangkaian serangan siber.

Sejumlah cabang toserba 7-11 di Taiwan sempat diretas pada Rabu (3/8). Layar televisi yang ada di belakang kasir toserba itu tiba-tiba menampilkan tulisan, "Penghasut perang Pelosi, keluar dari Taiwan!".

Otoritas Taiwan menyebut serangan siber kali ini terjadi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan siber yang memprotes kunjungan Pelosi itu juga terjadi di situs web pemerintah milik kantor kepresidenan, kementerian luar negeri dan pertahanan, serta infrastruktur seperti layar di stasiun kereta api.

Taipei menyebut bahwa serangan siber terhadap situs web pemerintah yang melumpuhkan operasi situs tersebut berasal dari alamat di Tiongkok dan Rusia. Dikatakan juga bahwa perusahaan yang tampilannya diubah telah menggunakan perangkat lunak Tiongkok yang mungkin berisi backdoor atau malware Trojan horse.

Menurut Menteri Digital Audrey Tang, volume serangan siber pada unit pemerintah Taiwan pada Selasa (2/8), sebelum dan selama kedatangan Pelosi, melampaui 15.000 gigabit. Itu 23 kali lebih tinggi dari rekor harian sebelumnya.


Juru Bicara Kabinet Taiwan, Lo Ping-cheng, mengatakan bahwa pemerintah telah meningkatkan keamanan di infrastruktur utama, termasuk pembangkit listrik dan bandara, serta meningkatkan tingkat kewaspadaan keamanan siber di kantor-kantor pemerintah. Pada Kamis (4/8), Lo Ping-cheng mengatakan tidak ada kerusakan terkait yang terdeteksi sejauh ini.

"Departemen pemerintah sangat berhati-hati. Dalam beberapa hari terakhir ini, dalam hal keamanan publik, kami telah menyiapkan mekanisme keamanan dan komunikasi tiga tingkat pemerintah, itu sudah cukup tangguh dan defensif sehingga adaptasi ini bermanfaat," jelasnya.

Sementara itu, organisasi penelitian keamanan siber mengatakan serangan terhadap situs web pemerintah Taiwan sebelum kunjungan Pelosi kemungkinan besar dilakukan oleh peretas aktivis Tiongkok, bukan oleh pemerintah Tiongkok. Kelompok peretas APT 27 mengaku bertanggung jawab atas serangan siber di Taiwan pada hari Rabu. Diketahui, kelompok itu telah dituduh oleh otoritas Barat sebagai kelompok yang disponsori negara Tiongkok.

Kelompok peretas APT 27 mengatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk memprotes bagaimana Pelosi menentang peringatan Tiongkok dengan kunjungannya. Kelompok itu juga mengklaim telah mematikan 60.000 perangkat yang terhubung ke internet di Taiwan.

Sebagai informasi, kunjungan Pelosi ke Taiwan memicu amarah masyarakat dan pemerintah Tiongkok. Pihak Tiongkok menilai kunjungan Pelosi ke Taiwan itu melanggar kedaulatannya. Pada hari Kamis kemarin, Tiongkok bahkan menembakkan rudal di sekitar Taiwan sebagai bagian dari serangkaian latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts