Australia Amankan 450.000 Dosis Vaksin Cacar Monyet Seiring Peningkatan Kasus
Dunia

New South Wales akan memulai peluncuran vaksin pada Senin (8/8) pekan depan, dengan orang-orang yang paling berisiko memiliki akses ke 5.500 dosis pertama.

WowKeren - Australia telah bergerak cepat menanggapi penyebaran cacar monyet di wilayahnya. Pada Kamis (4/8), Menteri Kesehatan Mark Butler mengatakan jika pemerintah telah mengamankan 450.000 dosis vaksin cacar monyet generasi ketiga. Sebanyak 22.000 dosis dijadwalkan tiba pekan ini.

The Conversation melaporkan ada 58 orang di Australia yang telah terinfeksi cacar monyet. Pengumuman itu muncul setelah Chief Medical Officer menyatakan monkeypox sebagai insiden penyakit menular yang signifikan secara nasional minggu lalu.

Dr Nick Medland, spesialis kesehatan seksual, presiden ASHM dan peneliti di Kirby Institute, mengungkapkan setidaknya 75.000 warga Australia perlu divaksinasi sebelum wabah mulai melambat. "(Virus) tidak dapat dihilangkan sampai 250.000 dosis diberikan kepada mereka yang paling membutuhkannya," ujarnya.


New South Wales akan memulai peluncuran vaksin pada Senin (8/8) pekan depan, dengan orang-orang yang paling berisiko memiliki akses ke 5.500 dosis pertama. Sebagian besar kasus Australia berada di New South Wales dan Victoria. Kebanyakan dari mereka berasal dari kasus yang tertular selama perjalanan dan beberapa melalui penyebaran komunitas.

Epidemi sebagian besar masih menyebar di komunitas laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, dengan lebih dari 98 persen kasus dalam kelompok ini. Di luar negeri, tingkat infeksi menular seksual bersamaan adalah sekitar 30 persen, dan HIV sekitar 40 persen.

Vaksin yang baru saja dibeli Australia dibuat oleh biotek Denmark, Bavarian Nordic. Monkeypox terkait erat dengan cacar, dan vaksin cacar melindungi dari cacar dan virus orthopox lainnya.

Vaksin non-replikasi generasi ketiga adalah vaksin pilihan untuk cacar monyet. Ini memiliki lebih sedikit risiko efek samping yang serius dibanding vaksin generasi kedua dan dapat diberikan dengan aman kepada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Vaksin generasi ketiga membutuhkan dua dosis dan diberikan seperti vaksin lainnya, dan tidak meninggalkan bekas luka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts